Panitia Khusus 7 DPRD Bahas Raperda Penataan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif

TIPIKORNEWS.COM-
Panitia Khusus (pansus) 7 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menggelar rapat kerja perdananya dengan Disbudpar, Bagian Hukum dan Tim Penyusun NA membahas ekspose Raperda tentang Penataan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Bandung, di Ruang Rapat Bamus DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Bandung, Selasa (18/8/2020).

Rapat Pansus 7 dipimpin Ketua Pansus Asep Mulyadi dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19, yaitu dengan menggunakan masker, jaga jarak, dan sebagainya.

Anggota Pansus 7 DPRD Kota Bandung, Folmer Siswanto M. Silalahi mengatakan raperda tersebut harus bisa diimplementasikan atau bisa diterapkan di masyarakat. "Perda Bandung kreatif ini harus sesuai dasar secara yuridis, sosiologis, filosofis, dan harus terorganisasi, jangan sporadis. Selain itu perlu bisa diimplementasikan, tidak hanya kalangan UKM menengah ke atas namun juga kalangan bawah," papar Folmer.

Selain itu, Folmer berharap nomenklatur Raperda Penataan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Kota Bandung harus diakomodasi dalam Pansus Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

"Sebelumnya di Pansus Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dibahas tentang tematik kegiatan ekonomi kreatif di Kota Bandung. Perda ini juga harus lebih detail, maupun dalam R&D-nya. Saya usulkan, rapat sinkronisasinya dengan RTRW, agar nomenklatur ini harus diakomodasi di pansus RTRW juga. Harus ada cantolannya dalam induk perda RTRW," kata Folmer.

Pengembangan dan penataan ekonomi kreatif di Kota Bandung mendapat dorongan DPRD Kota Bandung, melihat pada akhir tahun 2018, Pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 142 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional 2018-2025. 

"Rencana induk nasional, provinsi, sudah dibuat, kita mengikuti mereka. Pada rencana induk di Kota Bandung, belum ada sistem penataan dan pengembangan ekonomi kreatif. Terkait pengembangannya, harus dibuat sentra industri kreatif, co-working space, pusat pemasaran, pusat R&D. Sudah munculnya Bandung Creative Hub adalah salah satu development, yang perlu dibangun lagi hub lainnya," pungkas Folmer. (Tn/dprd.bdg)

Posting Komentar

0 Komentar