DPRD Kota Bandung Prihatin Kasus Prostitusi Anak

TIPIKORNEWS.COM-
Komisi D DPRD Kota Bandung meminta pemerintah untuk memperhatikan persoalan prostitusi yang melibatkan anak dibawah umur. Terlebih dikhawatirkan kejadian tersebut, berupa gunung es yang terjadi di tengah masyarakat.

Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung, H. Aries Supriyatna, SH., MH., mengatakan bahwa perlu ada perhatian khusus akan adanya prostitusi anak, terlebih terjadi di Kota Bandung.

"Masalah ini harus kita antisipasi, karena bagaimanapun mereka merupakan generasi penerus bangsa," ungkapnya saat audiensi Kepedulian terhadap Anak Yang Dilacurkan (AYLA) di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Rabu (12/8/2020).

Menurutnya diperlukan regulasi khusus yang melindungi anak di bawah umur, dari prostitusi online. Dengan demikian, dapat mengantisipasi terjadi trafficking atau pedagangan anak di Kota Bandung.

Sekertaris Komisi D DPRD Kota Bandung, Asep Sudrajat menuturkan bahwa persoalan prostitusi anak, dibutuhkan peran serta dari semua pihak terkait.

"Ini harus menjadi perhatian kita semua, karena ini bertentangan dengan kemanusiaan dan visi Kota Bandung sebagai kota yang agamis," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung, Tatang Muhtar mengatakan bahwa ada sejumlah faktor yang mempengaruhi terjadinya prostitusi online, mulai dari gaya hidup hingga salahnya pola asuh.

Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di 151 kelurahan, terkait pola asuh yang baik dan bagaimana mengarahkan gaya hidup yang sehat kepada anak-anak.

"Kita akan terus melakukan upaya atau program akselerasi dalam mengantisipasi prostitusi anak, terutama kepada orang tua dan lingkungan anak," tambahnya. (Tn/dprd.bdg)

Posting Komentar

0 Komentar