Bimtek Dapodikdasmen Versi 2021 Tingkat Gugus XXI Cadisdik Wilayah XI Garut

TIPIKORNEWS.COM-
Alhamdulillah, agenda pertama yang saya ikuti di Gugus XXI usai dilantik pada 10 Juli 2020 sebagai Kepala SLB Negeri B Garut adalah mengikuti pembukaan Bimtek Dapodikdasmen 2021 untuk OPS SLB se-Gugus XXI Kantor Cabang Dinas Wilayah (Cadisdikwil) XI yang digelar di SLB Negeri B Garut.

Kegiatan pun berjalan lancar, diikuti seluruh OPS Gugus XXI yang berjumlah 13 orang dan 13 kepala sekolah pada acara pembukaan.

Adapun yang membuka kegiatan ini adalah Bapak Drs. H. Arif Subekti, M.Pd., Seksi Pelayanan yang mewakili Bapak Kepala Cadisdikwil XI, Bapak Dr. Asep Sudarsono. Kegiatan ini pun diikuti oleh Bapak Drs. H. Asep Karyana, M.Pd., Pengawas SLB Gugus XXI dan yang menjadi narasumber adalah Bapak Hilman dan Bapak Rahmat dari pihak Cadisdikwil XI Garut.

Tujuan bimtek ini adalah untuk menyosialisasikan aplikasi dapodik versi 2021 kepada OPS SLB se-Gugus XXI agar sekolah dapat menata pendataan dapodik ke arah yang lebih baik, dimana pada versi baru tersebut ada fitur-fitur berbeda dengan versi sebelumnya.

Menurut pendapat saya, kegiatan ini sangat bagus agar semua OPS memahami versi baru tersebut. Jadi, di antara mereka tidak ada yang tertinggal sebab dapodik ini sesuatu yang sangat vital yang menyangkut seluruh aspek/data sekolah. Termasuk jenis bantuan dan kesejahteraan pegawai, seperti tunjangan sertifikasi valid dan tidaknya tergantung data yang ada di dapodik. Jadi, peran dapodik ini adalah untuk keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan.

Supaya tidak ada dusta di antara kita maka kepala sekolah sebagai leader dan penanggung jawab data di sekolah wajib mengetahui apa saja yang harus diinput dalam dapodik tersebut. Peran OPS sebenarnya adalah penginput data. Data yang diinput OPS tergantung informasi yang diberikan perangkat sekolah. Supaya data tersebut tetap valid maka kepala sekolah wajib mengerahkan seluruh pembantu kepala sekolah, seperti wakasek, kasubag TU, koordinator, dan pembantu kepsek lainnya, tergantung tupoksi masing-masing untuk memberikan data mutakhir kepada OPS agar OPS tidak disalahkan ketika ada masalah didapodik.

Begitu pula pihak OPS, jangan merasa terbebani jika ada pemutakhiran data atau jangan sungkan meminta data yang valid kepada pihak sekolah. Karena, ini semua demi kepentingan bersama yang harus segera diselesaikan. Intinya, pembantu kepala sekolah dengan OPS harus bekerja sama, bergandeng tangan, dan bahu-membahu agar keberadaan dapodik kita tidak ada hambatan. Di samping itu, kepala sekolah harus tahu user name dan password dapodik supaya sekali-kali bisa mengontrol dapodik. 

Pemutakhiran data pada semester 1 ini harus segera diselesaikan karena cut off dapodik per tanggal 31 Agustus yang berdampak pada bantuan dari pemerintah.

Pada aplikasi dapodik versi 2021 ini, yang paling menonjol adalah seluruh GTK di dapodik harus memiliki akun sendiri. Jadi, GTK tersebut bisa membuka akun sendiri di dapodik untuk mengontrol datanya sendiri.

Agar perubahan data akun GTK masuk ke aplikasi dapodik maka tugas OPS wajib menyinkronisasikan data akun GTK pada aplikasi dapodik yang selanjutnya akun GTK tersebut akan diverifikasi oleh dinas terkait.

Itu mungkin yang bisa saya sampaikan berkaitan dengan dapodik. Selamat bekerja OPS Gugus XXI, para pejuang tangguh luar biasa. Tanpa kehadiran OPS, roda sekolah tidak akan berjalan lancar. (Tn/dsdk.jbr)

Posting Komentar

0 Komentar