Ketua Komisi D, Aries Supriyatna: Optimalkan Tracking dan Tracing di Daerah Padat

TIPIKORNEWS.COM-
Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung melaksanakan rapat kerja bersama Dinas Kesehatan Kota Bandung terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Kota Bandung, bertempat di Ruang Rapat Badan Musyawarah DPRD Kota Bandung, Kamis (11/06/2020).

Ketua Komisi D, Aries Supriyatna meminta Dinas Kesehatan lebih mengoptimalkan tracking dan tracing di Kota Bandung terutama di daerah-daerah yang padat dan kurang sadar akan bahaya Covid-19

“Kami melihat angka penyebaran covid-19 di Kota Bandung ini landai tapi dalam keadaan meningkat dan adanya pengumuman 3 pasar tradisional di Kota Bandung yang ditutup karena pedagangnya ada yang terpapar covid-19. Pada kondisi seperti ini, apakah Kota Bandung akan new normal? Atau bagaimana? Mengingat Kota Bandung termasuk zona kuning,” ulas Aries.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung dr. Rita Verita MM. MH.Kes menjelaskan kondisi covid-19 di Kota Bandung. Kondisi tersebut mengenai grafik orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan yang positif covid-19.

“Data sampai dengan 10 Juni 2020 di Kota Bandung terdapat ODP sebanyak 4235 subjek, dengan jumlah yang selesai sebanyak 3962 dan belum selesai 273. Untuk PDP sebanyak 1070 subjek, dengan jumlah selesai sebanyak 798 dan masih dirawat 272. Kemudian untuk yang positif covid-19 sebanyak 358 dengan jumlah sembuh 146, jumlah dirawat 172 dan meninggal 40. Berdasarkan peta penyebaran covid-19 semua Kecamatan di Kota Bandung memiliki kasus ODP, PDP dan positif covid-19,” jelas Rita.

Lebih jauh Rita menerangkan kasus paling tinggi di Kota Bandung adalah usia 50-59 tahun, dan kelompok rentan ada pada usia lansia 61-70 tahun, apalagi pada lansia yang memiliki riwayat penyakit sebelumnya.

Menurut data Dinas Kesehatan Kota Bandung. Sampai tanggal 10 Juni 2020 telah dilakukan rapid test sejumlah 11437 data dan PCR 5632 sample

Menanggapi penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung tersebut, Aries menyimpulkan bahwa penyebaran Covid-19 di Kota Bandung merata dan harus tetap bergerak

“Berarti disimpulkan penyebaran covid-19 di Kota Bandung merata di seluruh kecamatan. Kasus ODP dan PDP sangat fluktuatif, kita masih harus tetap bergerak. Tracking, tracing dan testing,” ucap Aries.

Kemudian Aries menambahkan kondisi yang terjadi pada masyarakat saat ini dengan kembali berkegiatan seperti biasa membuat Kota Bandung semakin mengkhawatirkan

“Persepsi yang ada di masyarakat ini, bukan new normal tapi kembali normal, ada kesalahan persepsi. Fenomena di Bandung saya melihat di beberapa daerah padat penduduk ada orang tua yang membawa anaknya ke luar rumah tanpa masker, ini menjadi suatu kondisi yang mengkhawatirkan, karna mungkin persepsi masyarakat tentang Covid-19 tidak segenting itu,” tambah Aries.

Aries juga mengusulkan bagaimana jika Pemerintah Kota Bandung melalui puskesmas-puskesmas melakukan tracking dan tracing di daerah tersebut

Senada dengan Aries Supriyatna, Anggota Komisi D Yoel Yosaphat meminta Dinas Kesehatan untuk menjemput bola, jangan menunggu bola
“Dari data yang saya lihat rapid test dari April – Juni, ada penurunan jumlah yang dites. Logikanya ketika jumlah yang mengikuti rapid test turun, maka hasil yang didapat juga turun, tetapi jika jumlah yang mengikuti rapid test meningkat atau sama tapi hasil yang positif lebih sedikit atau menurun itu baru bisa dikatakan Kota Bandung aman dan landai. Terkait tracking dan tracing saya setuju dengan Pak Ketua, jangan hanya menekankan pada yang pernah kontak dengan ODP, PDP atau yang positif saja, tapi harus tracking dan tracing yang tidak ada melakukan kontak juga, karena tidak menutup kemungkinan bisa terpapar Covid-19 juga. Kita harus menjemput bola,” Kata Yoel.(Tn/dprd.bdg)

Posting Komentar

0 Komentar