Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi Minta Urban Farming Digalakkan Demi Ketersediaan Bahan Pangan

TIPIKORNEWS.COM-
Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Asep Mulyadi meminta Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung menggalakkan program Urban Farming kepada masyarakat demi menjaga ketersediaan bahan pangan di Kota Bandung.

“Kami apresiasi urban farming Dispangtan. Hal ini harus jadi momentum, survive dengan urban farming, seperti bercocok tanam. Hal ini menjadi alternatif dalam ketersediaan bahan pangan,” kata Asep dalam rapat kerja dengan mitra kerja Komisi B, di Ruang Komisi B, DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi Nomor 30, Bandung, Selasa (5/5/2020).

Asep memberi contoh, selain bercocok tanam, masyarakat juga bisa beternak dengan menggunakan lahan atau alat seadanya. “Ya urban farming tidak hanya bercocok tanam, bisa juga ternak ikan lele, misal di ember atau di drum bekas,” jelasnya.

Rapat kerja Komisi B DPRD Kota Bandung ini berlangsung di tengah wabah Covid-19 dan pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Rapat diikuti oleh sejumlah anggota Komisi B dan mitra kerja, baik secara langsung maupun melalui fasilitas teleconference.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar menyatakan, masyarakat sudah semakin paham manfaat dari urban farming. “Masyarakat sudah paham manfaatnya, Bahkan urban farming di Kota Bandung sudah memberi kontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan di masyarakat,” jelasnya.

Menurut Gin Gin, urban farming bisa menjadi kekuatan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. “Misalnya inflasi atau gejolak harga cabe rawit. Sehingga dengan urban farming bisa juga menguatkan kondisi kebutuhan,” katanya.

Lebih lanjut Gin Gin menyebutkan, urban farming bisa menjadi solusi jika terjadinya harga bahan pokok naik. “Sekarang angka bahan pokok tidak terjadi gejolak yang signifikan, misal cabe merah yang sempat naik namun sudah turun dan meskipun naik tidak signifikan, namun urban farming menjadi kekuatan dalam memberdayakan petani.” jelasnya.

Nantinya, lanjut Gin Gin, urban farming akan didukung menjadi program kerja di tingkat kecamatan. “Ini ke depannya bisa dilakukan di program-program setiap kecamatan di Bandung.” Kata Gin Gin.Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagin) Kota Bandung, Elly Wasilah mengatakan bahan pokok aman hingga idulfitri. “Kondisi bahan pokok secara umum aman, tidak perlu khawatir dan ‘panic buying’ warga kota Bandung dalam menghadapi idulfitri,” kata Elly.

Posting Komentar

0 Komentar