Anggota Komisi B DPRD, Andri Rusmana: Edukasi Politik di Kota Bandung Masih Rendah

TIPIKORNEWS.COM-
Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Andri Rusmana menyebutkan edukasi politik di wilayah Bandung Raya masih rendah. Hal itu disampaikan Andri dalam Seminar dan Pendidikan Politik Himpunan Mahasiswa (Hima) Persatuan Islam (Persis) Kota Bandung, dengan tema “Menakar Ulang Keterlibatan Masyarakat dalam Pembangunan Negara” di Gedung Serba Guna Balaikota Bandung, Jalan Wastukencana Bandung, Sabtu (14/3/2020).

“Buta politik di Bandung Raya masih tinggi, karena itu dengan adanya teman-teman di Hima Persis untuk menorehkan atau masuk jadi politisi, Hima Persis bisa mengedukasi masyarakat”, kata Andri.

Hadir dalam seminar tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Ade Supriadi, Ketua Hima Persis Kota Bandung, Hafidz Fadhlurrohman, Pengurus Daerah (PD) Hima Persis Jawa Barat, Moch Haris Romdoni, Wakil Ketua 1 PD (Pengurus Daerah) Persis Kota Bandung, Andri Mulyadi, Sekretaris Badan Kesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) Kota Bandung, Inci Dermaga, dan Undangan lainnya.

Menurut Andri, masyarakat masih banyak yang belum tahu nama-nama dinas bahkan program dan hak-hak masyarakat. “Saya mencoba menanyakan singkatan-singkatan nama dinas dan banyak masyarakat yang tidak tahu. Bahkan lebih lanjut programnya pun tidak tahu. Makannya edukasi politik di Kota Bandung khususnya belum baik”, jelas Andri.

Andri berharap Hima Persis kedepannya menjadi organisasi untuk mengedukasi masyarakat. “Ke depannya, Hima Persis dengan kegiatan seperti ini (Seminar Pendidikan Politik) bisa mencoba mengadvokasi masyarakat agar tahu hak mereka”, kata Andri.

Selain itu, Andri berharap anak muda bisa masuk pada lembaga legislatif, agar pembangunan akan lebih cepat. “Anak muda dengan semangatnya adalah calon-calon pemimpin masa depan. Anak Muda bisa konsen memikirkan pembangunan daerah Kota Bandung.

Menurut Andri, berdasarkan pengamatannya selama ini, Kota Bandung adalah kota indah namun banyak permasalahan. “Saya sekarang masuk di Pansus 1 yang membahas Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dimana ruang terbuka hijau masih 12 persen, jauh dari angka minimal”, jelas Andri.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Bandung, Inci Dermaga menyebutkan, generasi muda perlu menguasai minimal dua bahasa dan juga melek teknologi. “Anak muda sekarang harus menguasai dua bahasa, Indonesia dan Bahasa Inggris, dan harus tahu perkembangan teknologi dan informasi, melihat sudah berkembangnya konsep smart city,” kata Inci dalam sambutannya. (Tn/dprd.bdg)

Posting Komentar

0 Komentar