Dinas Peternakan Diduga Lakukan Pungli Setiap Tahun Anggaran

TIPIKORNEWS.COM, Lampung Selatan - Kendati sudah ada beberapa media yang ikut memberitakan temuan tim wartawan tipikornews.com Biro Lampung Selatan, berkenaan telah terjadinya dugaan pungutan liar terhadap kelompok tani penerima DAK bantuan hibah barang tahun 2019.

Namun Drh. Arsyad tampaknya tidak terpengaruh dengan munculnya pemberitaan tersebut, seakan-akan dirinya benar dan bersih dari persoalan gonjang ganjing pemberitaan di beberapa media, bahkan dari sumber yang kami terima dirinya siap pasang badan.

Pihak tipikornews.com beberapa kali mengirimkan pesan WhatsApp ke nomor Drh. Arsyad selaku Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lampung Selatan menanyakan penyelesaian hal tersebut terhadap kelompok namun tak satupun pesan kami dibalas, dia terkesan cuek dan menganggap sepi terhadap konfirmasi yang kami lakukan, sepertinya dia juga kebal hukum, sehingga setiap tahun anggaran dengan leluasanya diduga melakukan pungutan liar dan/atau penyimpangan terhadap pelaksanaan kegiatan yang ada dilingkungan dinas peternakan.

Wartawan kami juga menanyakan pada Ir. Suranto Adi. MM Kabid Sapras dan Toyib Setyadi S.Pt Kasi Pangan, keduanya mengatakan itu kewenangan atasan mereka untuk menyelesaikannya atau tidak, sementara dipemberitaan yang lalu (16/01/2020) dengan judul, "Drh. Arsyad Kecewa Pada Bawahannya Yang Tidak Bisa Back Up Masalah", justru Drh. Arsyad mengatakan semestinya persoalan itu tidak harus dirinya yang menyelesaikan cukup dilevel Kasi dan Kabid. 

Kendati mereka dihadapan beberapa media dan LSM membantah adanya dugaan pungutan liar seperti yang telah santer diberitakan beberapa media masa, namun mereka tidak membantah terhadap isi berita yang di publikasikan oleh media tipikornews.com sebelumnya, bahkan Kasi dan Kabidnya sudah membuat peryataan tertulis diatas materai 6000 yang telah diberikan ke Biro tipikornews.com Lampung Selatan bahwa diduga mereka mengakui praktek pungutan liar (pungli-red) itu benar telah terjadi dan mereka siap untuk menyelesaikannya dengan kelompok.

Bahkan dugaan pungutan liar terhadap kelompok tani penerima bantuan hibah barang ini tidak hanya terjadi ditahun 2019 ini saja, dari data yang dikumpulkan wartawan kami dilapangan sedikitnya sudah ada 3 (tiga) pengakuan kelompok penerima bantuan tahun sebelumnya (2018-red) bahwa mereka juga pernah dimintai uang oleh oknum pegawai dinas peternakan Kabupaten yang jumlahnya mencapai belasan juta rupiah perkelompok, namun mereka meminta namanya untuk tidak ditulis.

Selain dugaan pungutan liar pada bantuan hibah barang, diduga ada juga pungutan liar dan/atau penyimpangan dibeberapa kegiatan lainnya, tim tipikornews.com masih mengumpulkan data dan keterangan dari berbagai sumber yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. (Tn/Sai)

Posting Komentar

0 Komentar