Diduga Ada Rekayasa Dalam Pergantian Kepala Sekokah, Kadis Minta Memaklumi Posisinya Tak Mungkin Jilat Ludah Sendiri

TIPIKORNEWS.COM-
Lampung Selatan, Apa yang ada dalam pikiran anda bila anda atau saudara anda sudah menduduki suatu jabatan yang selama ini anda atau saudara anda peroleh dengan proses perjuangan yang memakan waktu lama dan cukup panjang untuk mendapatkannya dan tanpa alasan yang jelas lalu tiba - tiba ditengah perjalanan anda diduga dijegal oleh pihak - pihak yang akan memuaskan syahwat kepemimpinannya, tentu jawabnya pasti terkejut, sock, kecewa dan sakit hati, itulah mungkin kata - kata yang tepat untuk disampaikan oleh siapapun yang sedang mengalami kejadian serupa.

Hal itu terlihat dari apa yang sedang dialami oleh Siti Fatimah S.Pd SD, yang sebelumnya menjadi Kepala Sekolah Dasar Negeri 02 Baktirasa Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan, dengan memegang SK.Definitif dari Bupati nomor SK.821/167/V.05/2018 untuk masa jabatan 4 tahun sejak SK diterbitkan, namun tanpa ada kesalahan yang jelas dilakukannya secara tiba - tiba disetengah perjalanan jabatannya diberhentikan dan digantikan oleh orang lain dengan SK.Plt yang diduga ditanda tangani oleh seorang Kepala Dinas yang mempunyai SK.Plt juga.

Media tipikornews.com menyoroti kejadian tersebut berdasarkan dari keterangan Ibu Siti Fatimah yang diduga sebagai korban kepentingan pihak tertentu, karena pergantian dirinya yang terkesan sangat mendadak diduga adanya praktek rekayasa yang terencana dan tersetruktur seolah - olah apa yang dilakukan oleh pihak dinas pendidikan itu tidak ada yang salah, dan ada hal - hal yang tidak singkron antara keterangan yang disampaikan oleh kepala dinas pendidikan pada wartawan kami dilapangan dengan apa yang disampaikan oleh beberapa orang bawahannya saat diwawancarai wartawan kami baik itu dilakukan melalui tatap muka, maupun melalui pesan WhatsApp terhadap mereka.

Fakta pertama pada hari Jumat 24/01/2020 datanglah Tuheri Bambang P sebagai pengawas TK/SD Kecamatan Sragi menemui Siti Fatimah,S,Pd.SD di SDN 02 Baktirasa (saat itu masih jadi kepala sekolah-red) kala itu Tuheri Bambang P mengaku di PERINTAHKAN DARI DINAS ( tidak disebutkan siapa yang memberikan perintah-red) untuk meminta yang bersangkutan membuat surat pernyataan mengundurkan diri, (Siti Fatimah-red) dengan alasan karena faktor kesehatan (Versinya dinas pendidikan-red).

Sedangkan posisi Siti Fatimah ada dalam keadaan sehat dan masih mampu serta sanggup menjalankan tungas - tugasnya sebagai kepala sekolah dengan baik dan benar dengan penuh rasa tanggung jawab.

Fakta yang kedua, karena ada dugaan intimidasi dan tekanan sehingga Siti Fatimah merasa kaget, sock dan bingung serta tidak bisa berpikir secara jernih dan obyektif untuk menyikapi kabar tersebut, dan dirinya tidak sempat lagi untuk melakukan konsultasi dan koordinasi dengan atasannya karena waktu yang diberikan sangat mendadak dan mepet sekali, sehingga dalam keadaan terpaksa hari Sabtu 25/01/2020, Siti Fatimah membuat Surat Pernyataan Mengundurkan Diri dari jabatannya sebagai kepala sekolah yang sedang dipegangnya ( bukan atas dasar kemauannya sendiri-red), surat tersebut diserahkan oleh utusan dinas ke Dinas Pendidikan Kabupaten pada hari Senin 27/01/2020, dan pada hari itu juga Lisandari S.Pd. SD, calon kepala sekolah yang akan menggantikan posisi Siti Fatimah S.Pd. SD diduga sudah menerima SK.Plt , dan hanya jeda satu hari setelah SK.Plt diterima calon penggantinya lalu pada hari Rabo 29/01/2020 dilaksanakan serah terima jabatan antara keduanya.

Fakta ketiga dari hasil wawancara langsung dengan wartawan tipikornews.com Biro Lampung Selatan yang dilakukan pada hari Rabo 29/01/2020, sesaat setelah pelaksanaan acara sertijab selesai, wawancara dilakukan dikediamannya, didapatkan pengakuan langsung dari Siti Fatimah, bahwa dirinya dipaksa untuk membuat surat pengunduran diri, memang waktu itu di berikan dua pilihan tetap ingin jadi kepala sekolah atau ingin mengundurkan diri, tapi pilihan yang ditawarkan itu hanya formalitas saja, karena dari pembicaraan yang disampaikan saat itu 90% arahannya (Tuheri BP-red) agar saya harus mengundurkan diri saja, waktu itu saya tidak bisa berpikir jernih perasaan saya kalut,kaget dan sock namun saya minta waktu satu hari untuk bicara dengan suami dulu, keesokan harinya yaitu hari Sabtu 25/01/2020 pas hari raya Imlek barulah saya buat peryataan tersebut,ujarnya
Kendati saya sudah membuat surat pengunduran diri tapi hati saya masih bertanya tanya,apa kesalahan yang telah saya lakukan selama saya jadi kepala sekolah,sehingga saya harus diberhentikan secepat itu, sedangkan dalam melaksanakan kegiatan KBMpun disekolah saya sering tobok, tidak pernah bolos dan tidak pernah merugikan sekolah atau korupsi, dan saya juga belum pernah mendapatkan teguran atau peringatan baik secara lisan maupun tertulis dari dinas kok secara tiba - tiba saya disuruh mundur.

Fakta keempat, pada hari Sabtu 01/02/2020, tepatnya empat hari setelah sertijab dilaksanakan, Siti Fatimah didatangi Darwin Farapin sebagai kasubbag kepegawaian dinas pendidikan dan Wawan sebagai K3S, yang meminta dirinya untuk membuat surat pernyataan diatas materai 6000 rupiah untuk tidak menghubungi lagi wartawan,LSM atau apapun itu serta tidak menceritakan persoalan yang menimpanya dan dirinya disuruh menerima saja keputusan dari dinas terbut, permintaan untuk membuat surat pernyataan itu disampaikan Darwin sampai empat kali, katanya buat pegangan, namun Siti Fatimah menolak permintaan Darwin tersebut, hal itu membuat Siti Fatimah semakin bertanya - tanya atas persoalan yang dialaminya itu.

Fakta kelima pada hari Selasa 11/02/2020,Siti Fatimah yang didampingi suaminya menghadap Thomas Amirico selaku Plt.Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan,menceritakan kronologis kejadian yang dialaminya hingga dirinya membuat pernyataan pengunduran diri, ( bukan atas kemauannya tapi karena diduga ada paksaan atau intimidasi-red) dalam pertemuan itu, Thomas Amirico mengatakan pada Siti Fatimah, dirinya (Thomas-red) tidak mengetahui proses yang terjadi dibawah, saya melihat ada surat pengunduran diri dimeja saya lalu saya terbitkan SK.Plt pengganti ibu, saya kira ibumengundurkan diri secara suka rela dan aman - aman saja tidak ada gejolak seperti sekarang ini, ujar Siti Fatimah menirukan ucapan Thomas.

Kendati Siti Fatimah sudah meneritakan dari awal kejadian yang dialaminya hingga dirinya menghadap,Thomas Amirico Plt. Kepala Dinas Pendidikan, namun dari hasil pertemuan tersebut Thomas tetap saja kekeh pada pendiriannya untuk mempertahankan SK.Plt yang sudah diterbitkannya, bahkan Thomas Amirico meminta Siti Fatihah dan suaminya yang ikut mendampingi menghadap untuk dapat memaklumi posisinya, bahkan Thomas juga mengatakan tak mungkin dirinya mau menjilat ludah sendiri, dan kalau itu saya lakukannya jelas gak mungkin, kemana wibawa saya,ujar Siti Fatimah menirukan ucapan Thomas.

Dalam pertemuan itu Siti Fatimah sempat protes, bahwa kedatangan Toheri BP waktu itu katanya atas perintah kepala dinas,kok bapak ( Thomas Amirico-red) bisa bilang tidak tau gemana, maksud saya persoalan dibawah itu saya tidak tau itu urusan pegawai dibawah,ujar Siti Fatimah menirukan perkataan Thomas Amirico.
Keterangan ini kami dapatkan melalui percakapan langsung dengan Siti Fatimah via hand phonenya pada hari Kamis 13/02/2020.

Sementara sehari sebelumnya yaitu Rabo,12/02/2020 wartawan kami juga sempat berkomunikasi dengan Thomas Amirico melalui pesan WhatSapp, dalam pesan WhatSapp nya , Thomas mengatakan dirinya sudah bertemu dengan yang bersangkutan ( Siti Fatimah-red ) beliau sudah menerimanya, dia juga mengakui bahwa dirinya tidak mengetahui proses yang terjadi dibawah, kalau ada pengajuan mengundurkan diri ya kita proses, ujarnya, namun saat wartawan kami menanyakan pertanyaan kedua kalinya tentang " apakah keputusan dinas tersebut tidak bisa ditinjau ulang atau dianulir karena kuat dugaan dalam pembuatan surat pengunduran diri Siti Fatimah dari kepala sekolah adanya dugaan rekayasa dan intimidasi oleh beberapa oknum orang pegawai dari lingkungan dinas pendidikan itu sendiri, namun lagi - lagi Thomas tidak menjawabnya.

Dari fakta diatas setidaknya dapat diketahui beberapa hal, yang pertama tidak ada perintah dari kepala dinas untuk meminta Siti Fatimah membuat surat pengunduran diri seperti yang disampaikan Tuheri BP, fakta kedua Siti Fatimah masih berharap bisa menjabat sebagai kepala sekolah karena pengunduran dirinya diduga penuh dengan rekayasa dan intimidasi, bukan karena kemauannya dan bukan juga karena ada pelanggaran disiplin seperti yang tertuang dalam PP 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS, fakta ketiga kepala dinas tidak mengetahui proses yang terjadi dibawah, dan setelah mengetahui sendiri penjelasan dari Siti Fatimah tetap saja tidak bisa ditinjau ulang atau dianulir SK.Plt yang telah ditandatanganinya walaupun diduga ada kesalahan prosedur yang dilakukan oleh bawahannya.(Tn/Sai)

Posting Komentar

0 Komentar