8 Poin Deklarasi Bandung Rumah Bersama

TIPIKORNEWS.COM-
Parade Bandung Rumah Bersama yang digelar di depan Gedung Merdeka, Sabtu (15/2/2020), ditandai dengan pembacaan Deklarasi Bandung Rumah Bersama yang dipimpin oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandung, Ahmad Suherman.

Deklarasi intinya menyatakan bahwa Kota Bandung yang harmoni, aman, dan damai bisa menyejukkan dan membawa kebahagiaan bersama. Isi deklarasi mencerminkan warga Kota Bandung yang mencintai persahabatan dan kerukunan dengan cara yang damai dan bermartabat.

Deklarasi Bandung Rumah Bersama ditandatangani oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial, Tedy Rusmawan (Ketua DPRD Kota Bandung), Kolonel Infantri M. Herry Subagyo (Dandim 0618/BS Kota Bandung), Kombes Pol. Irman Sugema (Kapolrestabes Kota Bandung), Nurizal Nurdin (Kajari Kota Bandung), Edson Muhammad (Ketua PN Kota Bandung), KH. Miftah Faridl (Ketua MUI Kota Bandung), Ahmad Suherman ( FKUB Kota Bandung), Yusuf Umar (Kepala Kemenag Kota Bandung), Ferdi Ligaswara (Kepala Badan Kesbangpol Kota Bandung).
Isi Deklarasi Bandung Rumah Bersama yaitu:

Kami Masyarakat Kota Bandung yang menyemangati persatuan dan kesatuan bangsa, dengan ini menyatakan:

1.Bertekad setia dan menjunjung tinggi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

2.Bertekad mendukung Pemerintah Kota Bandung dalam rangka menciptakan situasi kondusif penuh kedamaian demi terwujudnya Kota Bandung yang Unggul, Nyaman, Sejahtera, dan Agamis.

3.Bertekad menjaga kerukunan hidup umat beragama dilandasi semangat toleransi, persaudaraan, persatuan, dan kesatuan dalam upaya melindungi bangsa dari pengaruh paham-aham yang bertentangan dengan prinsip-prinsip persatuan Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

4.Secara aktif dan penuh kesadaran bertekad menjadikan Kota Bandung sebagai "Rumah Bersama".

5.Bertekad untuk senantiasa memelihara dan merawat Tri Kerukunan Umat Beragama (Rukun Intern Umat Beragama, Rukun Antarumat Beragama, dan Rukun Antarumat Beragama dengan Pemerintah).

6.Bertekad untuk senantiasa memelihara adanya perbedaan Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) sebagai realitas dan fakta nyata akan keragaman Keluarga Besar Kota Bandung.

7.Menolak segala bentuk penyebaran berita bohong atau hoax, ujaran kebencian yang berpotensi menimbulkan konflik, menciderai kerukunan hidup umat beragama.

8.Bertekad untuk menciptakan kondisi Kota Bandung sebagai Masyarakat Madani (Civil Society) yaitu masyarakat berperadaban menjungjung tinggi etika, moralitas, dan toleransi.

Usai pembacaan Deklarasi Bandung Rumah Bersama, diikuti dengan pelepasan burung merpati.
Wali Kota Bandung, Oded M. Danial menegaskan acara tersebut bukan untuk merayakan satu kebudayaan atau ibadah suatu agama, melainkan Bandung. Kota Bandung adalah Rumah Bersama yang di dalamnya ada berbagai agama, suku, dan budaya.

"Acara ini sekaligus menepis penilaian sebagian kalangan bahwa Bandung Kota Intoleran. Hari ini dan seterusnya kita nyatakan bahwa Bandung sangat toleran dan rumah semua agama, suku, dan golongan yang memiliki komitmen sama, yaitu membangun Bandung," katanya saat menyampaikan sambutan.

Oded pun mengajak komunitas atau golongan jika masih ada yang menganggap acara tersebut hanya untuk membesarkan budaya atau agama tertentu untuk berdialog bersama.

"Kita sepakati bersama, bahwa keamanan, ketentraman, dan ketertiban menjadi modal besar pembangunan, sehingga dengan hal tersebut, ditambah kepastian hukum akan kita pastikan bersama hadir di Kota Bandung, dan agenda ini adalah salah satu upaya ke arah itu," ucapnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Bandung, Ahmad Suherman mengatakan, Parade Bandung Rumah Bersama tersebut menunjukan warga Kota Bandung hidup dengan persaudaraan.

"Di tempat ini, dulu ada kenangan berupa perjalanan para delegasi Konferensi Asia Afrika yang berjalan ke Gedung Merdeka, tadi pun dilakukan langkah bersama dari pejabat Pemkot, Pemuka Agama, sebagai draft langkah kerukunan umat beragama," katanya.

Terkait Bandung Rumah Bersama, Ahmad mengatakan Kota Bandung di dalamnya terdapat berbagai etnis, umat beragama, sehingga keanekaragaman tersebut disatukan dalam naungan Kota Bandung sebagai Rumah Bersama.

"Berbicara tentang Rumah bersama ini, di Kota Bandung juga tidak lepas dari makna sejarah yang terjadi di Gedung Merdeka. Begitu pun hari ini, Gedung Merdeka jadi saksi persatuan dan kesatuan bangsa yang dideklarasikan dengan Bandung Rumah Bersama," katanya.

Sedangkan Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan mengatakan, pembacaan deklarasi di Gedung Merdeka menjadi momentum untuk semakin mengokohkan persatuan di Kota Bandung.

"Kota Bandung adalah miniatur Indonesia, seluruh agama, suku hadir di sini. Dengan semangat persatuan Indonesia dan roh Bhinneka Tunggal Ika, mari kita wujudkan dan kokohkan semangat merapatkan barisan untuk mewujudkan Bandung Juara," ucapnya. (tn/h.bdg)


Posting Komentar

0 Komentar