Kades Sembunyikan Dokumen APBDes, BPD Tak Bisa Lakukan Pengawasan

Ilustrasi, Penyalahgunaan Dana Desa
TIPIKORNEWS.COM, Lampung Selatan - Kendati Presiden Joko Widodo selalu mengintruksikan pada jajarannya mulai dari Pejabat Tingkat Pusat, Propinsi, Kab/Kota Camat dan bahkan hingga pada lapisan masyarakat umum untuk dapat mengawasi pelaksanaan Dana Desa diwilahnya masing-masing agar tidak terjadi penyimpangan mulai dari tahap perencanaan, pembahasan, pengusulan hingga sampai pada tingkat pencairan dana dan pelaksanaan kegiatannya.

Namun nampaknya hal tersebut dianggap angin lalu oleh para jajarannya, ibarat kata pepatah anjing menggonggong kapilah tetap berlalu, bagai mana tidak, ada peraturan atau ketentuan yang harus dipenuhi tapi justru diduga ada prosedur yang dilanggar atau diabaikan dari pihak desa dalam pengajuan APBDes dan APBDes Perubahan Tahun 2019, ke Camat hingga Tingkat Kabupaten.

Anehnya kendati prosesnya diduga tidak sesuai dengan prosedur atau diduga ada aturan yang dilanggar oleh oknum Kepala Desa namun pihak terkait tetap saja memberikan rekomendasi terhadap dokumen APBDes dan APBDes Perubahan tahun 2019 yang diajukan, sepertinya tidak ada yang dilanggar sehingga dalam mengusulkan Anggaran Dana Desa dan Dana Desa ke Kabupaten sampai ketahap pencairan dananya berjalan lancar.

Persoalan yang timbul dilapangan atau ditingkat desa tidak ada pengawan yang dilakukan dari pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atas realisasi pelaksanaan pembangunan didesa tersebut.

Hal itu terungkap dari hasil investigasi wartawan tipikornews.com Kamis (19/12/2019), saat berjumpa dengan beberapa warga Desa Palas Aji Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan, yang namanya minta dirahasikan, sebagian dari mereka menuturkan bahwa Badan Permusyawaratan Desa (BPD) desa mereka mandul, tidak punya gigi alias seperti macan ompong karena tidak bisa menjalankan fungsi pengawasan terhadap kenerja pemerintah desanya, sedangkan mereka (BPD-red) merupakan perwakilan warga untuk melakukan pengawasan seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah desa mulai dari RT hingga ke Kepala Desa mereka juga mengeluhkan tidak adanya keterbukaan dari Kepala Desanya dalam pelaksanaan pembangunan dan kegiatan BUMDes serta Wardes, tutur mereka mengeluhkan keadaan yang warga rasakan.

Pada bagian terpisah tepatnya Jumat (20/12/2019), wartawan kami mengkonfirmasi pernyataan warga sehari sebelumnya yang telah memberikan pernyataan pada wartawan kami bahwa BPD dianggap seperti macan ompong, dihadapan wartawan kami Yovi Yoning selaku Ketua BPD desa Palas Aji menjelaskan, dirinya menerima tuduhan warga yang diarahkan pada dirinya, tapi Yovi menolak kalau dirinya dan anggota BPD lainnya tidak mau melakukan pengawasan terhadap kinerja aparatur desa, kami sendiri (BPD-red) tidak punya pegangan atau acuan untuk mengawasi mereka, karena seluruh pelaksanaan kegiatan yang ada didesa tertuang dalam APBDes dan APBDes Perubahan, sementara Kepala Desa sendiri tidak memberi kami salinan atau copyan dokumen tersebut.

Yovi menerangkan, pihaknya sudah melayangkan surat ke Kepala Desa Palas Aji sebanyak tiga kali untuk minta kerjasamanya agar salinan atau photo copy dokumen tersebut bisa diberikan ke BPD, bahkan surat yang ke tiga ditembuskan pada Camat Palas, Dinas PMD dan Bupati Kabupaten Lampung Selatan, tapi tetap tidak ada diresfon, terkonfirmasi surat yang pertama tertanggal 01/04/2019, surat yang kedua tertanggal 29/07/2019 dan surat yang ketiga 25/10/2019.

Pada kesempatan itu wartawan kami menanyakan pula tentang kegiatan BUMDes dan Wardes, Yovi tidak bersedia menjelaskannya, bahkan dirinya mengarankan wartawan kami untuk konfirmasi langsung ke Ketua BUMDes dan Ketua Wardes.

Hari Senin (23/12/2019), wartawan kami berupaya untuk melakukan konfirmasi ke Camat Palas tapi pada kesempatan itu Rika Wati S STP, MM selaku Camat Kecamatan Palas sedang tidak ada ditempat yang bersangkutan lagi ada tugas luar sehingga wartawan kami hanya bertemu dengan Dharmawan (Sekcam-red) dan Turhamun (Kasi Pemerintahan).

Wartawan kami menanyakan apakah benar BPD Desa Palas Aji telah berkirim surat ke Kepala Desa Palas Aji yang ditembuskan ke kecamatan untuk meminta salinan atau photo copy dokumen APBDes dan APBDes Perubahan Desa Palas Aji tahun 2019, dari keterangan kedua bawahan camat tersebut, mereka membenarkan surat tembusan itu sudah diterima pihak Kecamatan, lalu wartawan kami memohon untuk sekedar melihat arsip dokumen yang dimaksud namun keduanya mengarahkan pada wartawan kami untuk menemui Suyadi SE sebagai Kasi Ekbang yang menyimpan dokumen tersebut, rupanya yang bersangkutan juga tidak berada ditempat, sehingga pada kesempatan berbeda tepatnya pada Kamis (26/12/2019), wartawan kami menemui Suyadi SE, diruang kerjanya, pada kesempatan itu wartawan kami pun memohon untuk dapat melihat arsip dokumen tersebut namun Suyadi minta waktu untuk koordinasi dengan atasannya (Camat-red) tapi lagi-lagi tidak juga mendapatkan jawaban.

Hari Rabu (23/01/2020), wartawan kami menyampaikan pertanyaan seputar Dokumen APBDes dan APBDes Perubahan Desa Palas Aji 2019 yang di tujukan pada Rika Wati S STP, MM selaku Camat. Kecamatan Palas melalui media WhatsApp, dan isi WhatsApp tersebut diteruskan pula oleh wartawan kami ke Sekcam, Kasi Pemerintahan dan Kasi Ekbang Kecamatan Palas dengan harapan informasi tersebut sampai ke Camat karena dari WhatsApp tersebut dikirim sampai berita ini diturunkan WhatsAppnya belum dibuka oleh Camat, namun info dari salah seorang bawahannya yang namanya minta dirahasiakan, isi WhatsApp tersebut sudah dibacanya (Camat-red) tapi tidak diresfon.

Wartawan media online tipikornews.com telah berupaya untuk mendapatkan keterangan dari pihak-pihak terkait agar diperoleh suatu keterangan yang valid dan benar tapi menemui jalan buntu, sebenarnya diseluruh Indonesia APBDes atau APBDes perubahan itu adalah dokumen biasa dan siapapun boleh mengaksesnya karena dokumen tersebut bukan merupakan dokumen Negara yang hanya kalangan tertentu dan dengan prosedur tertentu juga orang bisa mengetahuinya, apakah para pihak tersebut tidak paham dengan hal itu atau ada yang disembunyikan...?? (Tn/Sai )

Posting Komentar

0 Komentar