Rendiana Awangga: Sektor Pariwisata Menggerakkan Ekonomi dan Memberdayakan Masyarakat

TIPIKORNEWS.COM - Kota Bandung sedang mencanangkan dan sedang memepersiapkan diri untuk memposisikan sebagai salah satu Kota yang mempunyai Event Pariwisata, dimana event pariwisata adalah merupakan sebuah acara yang diadakan secara reguler dengan jangka waktu yang telah ditentukan, dan bukan merupakan atraksi wisata yang dapat ditonton setiap hari, melainkan diadakan di luar program wisata atau kegiatan wisata normal lainnya (Jafari, 2000), yang biasanya setiap event pariwisata mengangkat tema atau kegiatan khusus tertentu.

Event pariwisata mempunyai tujuan untuk mendatangkan manfaat bagi negara maupun daerah tempat berlangsunya event tersebut, tiga dampak manfaat utama yang bisa didapatkan dalam event pariwisata kepada daerah menurut Boo dan Busser (2006) adalah; Pertama, dampak ekonomi, di mana pendapatan suatu daerah dan komunitas meningkat seiring berdatangannya para wisatawan. Kedua, peningkatan image suatu daerah, bukan hanya terhadap orang-orang luar daerah, tapi juga komunitas-komunitas lokal. Ketiga, sekaligus yang paling potensial adalah event-event bisa digunakan sebagai alat pemasaran penting untuk memperluas destination life-cycle, sehingga suatu daerah tidak hanya dikenal melalui satu atau dua destinasi wisata saja. Bahkan menurut Johnsen (2003), festival wisata yang diadakan pada masa off-season, akan membuat semakin banyak turis yang datang dan menjadi loyal pada event tersebut.

Banyak contoh Nasional maupun Internasional event pariwisata yang telah berhasil diadakan dengan tolak ukur manfaat yang didapat bagi daerah maupun negara event tersebut diadakan. Tentunya kita sudah tidak asing lagi mendengar Rio Carnival di Brazil Festival, Karnaval yang diadakan di sepanjang jalan kota Rio de Janeiro ini bisa mendatangkan pengunjung wisatawan asing sebanyak kurang lebih 2 juta orang dalam setiap penyelenggaraannya, selain juga masyarakat lokal dapat mendapatkan manfaat langsung dengan tersedianya ratusan ribu lapangan kerja baru selama event tersebut diadakan, hunian hotel yang meningkat drastis, dan ikut membantu dalam memperbaiki image terhadap kota Rio de Janeiro yang dicap sebagai salah satu kota dengan tingkat kriminalitas yang tinggi. Ada Lagi beberapa contoh di mancanegara seperti di Spanyol ada Festival San Fermin yang mampu mendatangkan 1.5 juta wisatawan, jauh diatas penduduk kota tersebut yang hanya 200 ribu, di Amerika ada Festival Woodstock yang mampu membuat daerah pedesaan white lake menjadi mendunia. Di Indonesia sendiri ada beberapa event pariwisata yang terbilang sukses, baik itu yang diselenggarakan oleh pihak swasta maupun oleh pemerintah daerah, seperti Java Jazz Festival di jakarta yang diadakan oleh salah satu event organizer swasta dan sukses menjadi sebuah event international dalam kategori musik jazz. Jember Fashon Carnival yang sudah 13 Tahun berjalan dan merupakan program pemerintah daerah sukses menjelma sebagai sebuah event unggulan di daerah dan mampu mendatangkan 850.000 wisatawan serta dapat meningkatkan PAD daerah secara siginifikan.

Tentunya ada juga event pariwisata yang tidak berjalan dengan baik, dan akhirnya bukan manfaat yang dihasilkan tetapi hanya menjadi sebuah pemborosan anggaran, tentunya hal ini yang dikhawatirkan terjadi dalam penyelenggaraan event pariwisata, sehingga tentunya pengelola event pariwisata harus dapat membuat sebuah perencanaan yang matang dalam setiap penyelenggaraannya, ada beberapa hal utama yag perlu diperhatikan dalam memperbesar peluang keberhasilan sebuah event pariwisata dilaksanakan, diantaranya yaitu ;

Pertama, Tema dan Konten yang Mempunyai Positioning yang unik, menarik dan dapat dinikmati oleh masyarakat dunia.

Kedua, Perencanaan dari mulai pemasaran yang dapat menjangkau wisatawan asing maupun lokal dengan memanfaatkan forum maupun pameran pariwisata, serta bekerjasama dengan para travel agent, sampai dengan eksekusi yang harus dilaksanakan secara profesional. Jangan sampai para peserta yang mengikuti event, ataupun wisatawan yang menyaksikan event tersebut merasa kecewa akibat perencanaan dan eksekusi yang kurang matang, hal seperti sarana dan prasana publik maupuan akses terhadap akomodasi harus dipikirkan agar memudahkan wisatawan asing maupun lokal.

Ketiga, Melibatkan masyarakat lokal dalam berbagai kelompok, organisasi maupun komunitas, dan juga memberikan pemahaman terhadap masyarakat lokal mengenai relevansi antara penyelangaraan event dan manfaat bagi pembangunan ataupun kesejahteraan masyarakat di daerah dimana event tersebut dilaksanakan, sehingga seluruh masyarakat merasa bertanggung jawab untuk mensukseskan event tersebut.

Tentunya banyak faktor lainnya yang menetukan apakah event pariwisata itu akan berhasil atau tidak, dimana hal itu memerlukan kajian dan telaahan yang lebih mendalam. Akan tetapi potensi event pariwisata itu besar dan sangat memungkinkan untuk terealisasi dengan sukses. Khusus bagi Kota Bandung sendiri, dengan keterbatasan Lokasi Wisata Alam tentunya Event Pariwisata ini menjadi sebuah kegiatan yang perlu mendapatkan perhatian lebih, dimana kedepan Kota Bandung dikunjungi turis bukan hanya sebagai tempat menginap, ataupun wisata jasa, tetapi juga karena adanya event reguler yang unik dan iconic

Terakhir, dalam setiap kegiatan atau event yang diadakan, Evaluasi harus selalu dilakukan untuk menjawab apakah event yang diadakan membawa dampak dan manfaat bagi masyarakat baik langsung maupun tidak langsung, disandingkan dengan jumlah anggaran yang dikeluarkan, karena kegagalan dalam menyelenggarakan event tersebut sama dengan menghilangkan dana miliaran yang bisa digunakan unuk kepentingan masyarakat lainnya yang berdampak langsung. (tn).
Penulis: Rendiana Awangga Anggota DPRD Kota Bandung Partai Nasional Demokrat

Posting Komentar

0 Komentar