Kanit Regident Satlantas Polrestabes Bandung AKP Susanti Samaniah S.Pd: “Generasi Milenial Harus Taat Berlalu Lintas”

TIPIKORNEWS.COM - Kanit Regident Satlantas Polrestabes Bandung, AKP Susanti Samaniah S.Pd mengajak para generasi muda atau pelajar yang sudah berusia 17 tahun agar taat berlalu lintas. Salah satunya dengan memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM), "Generasi muda atau Pelajar merupakan kaum milenial, hendaknya menjadi pionir dalam keselamatan berlalu lintas. Bagi pelajar yang sudah berumur 17 tahun agar segera membuat SIM," kata Susanti Samaniah saat ditemui dikantornya.

Susanti mengajak generasi muda untuk menjadi pejuang garda terdepan dalam keselamatan berkendara. Dia pun, memberi motivasi kepada pelajar agar berlomba dalam mengukir prestasi baik di sekolah maupun di luar sekolah, melalui kegiatan yang bersifat positif, "Ingat keselamatan berkendara itu yang utama. Jangan sampai, kita mengabaikan keselamatan, karena nyawa adalah taruhannya, “Pelajar adalah generasi penerus bangsa, giatlah belajar agar segala cita-cita dapat tercapai," katanya.

Susanti menghimbau, agar para pelajar dapat mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas. "Kaum milineal pasti taat aturan dan tahu bagaimana cara berkendara dengan baik dan benar," ujarnya.

Penggolongan SIM C, Satpas Siap Mensosialisasikan

Aturan tentang klasifikasi SIM C untuk motor berdasar kapasitas mesin memang belum berlaku. Meski demikian, Satpas SIM Satlantas Polrestabes Bandung mengaku sudah siap jika aturan itu dijalankan. Mulai pelaksanaan sosialisasi hingga penerapan materi tes untuk para pemohon SIM.

Aturan Korlantas Polri mengenai Penggolongan SIM Berdasar Kapasitas Mesin. SIM C polos hanya diperuntukkan pemilik motor dengan kapasitas mesin di bawah 250 cc. SIM C1 ditujukan untuk motor di atas 250 cc, sedangkan C2 untuk motor di atas 500 cc. ” Mekanismenya, permohonan untuk mendapat SIM C tetap sama, untuk tesnya, mungkin ada sedikit modifikasi,” ujar Kanit Regident AKP Susanti Samaniah S.Pd Satlantas Polrestabes Bandung.

Meski belum bisa menjelaskan secara detail modifikasi tes itu, Susanti mengatakan bahwa perubahan akan terjadi pada tes praktik berkendara. Yang paling utama tentu saja untuk motor dengan kapasitas mesin besar. Mereka membutuhkan keseimbangan dan kemampuan menyesuaikan akselerasi serta penggunaan rem. ”Dibutuhkan kemampuan berkendara yang lebih baik untuk pengendara motor dengan kapasitas mesin yang besar,” tambah Susanti.

Selama ini, tes praktik berkendara di Satpas Polrestabaes Bandung terdiri atas beberapa lintasan. Di antaranya, slalom melewati deretan balok berbentuk zig-zag, berkendara di lintasan angka delapan, teknik pengereman reaksi, dan menjaga keseimbangan motor dengan kecepatan rendah, ”Dari serangkaian tes itu, mungkin ada penambahan opsi untuk pengendara motor berkapasitas mesin besar. Tentu dibarengi standar penilaian yang lebih tinggi,” kata Susanti.

Mekanisme Penerbitan SIM Baru

Persyaratan
1. Usia
  • SIM A, C dan D pemohon minimal 17 tahun
  • SIM B I dan B II pemohon minimal 20 tahun
  • SIM Umum pemohon usia 21 tahun
2. Melampirkan E-KTP dan Foto copy nya
3. Melampirkan Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari Dokter 
4. Memiliki sertifikat klinik mengemudi 
5. Khusus untuk pemohon SIM A Umum, B1, B1 Umum, B2 dan B2 Umum dilampirkan pula sertifikat psikologi
Tata Cara

1. Registrasi / entri data ( Mengisi formulir permohonan berikut melampirkan persyaratan ) 
2. Verifikasi ( pengambilan foto, sidik jari, dan tanda tangan digital ) 
3. Mengikuti ujian Teori
4. Bila lulus ujian teori, maka berhak untuk mengikuti ujian praktek sesuai dengan jenis SIM yang diajukan
5. Bila lulus ujian teori dan praktek, dilanjutkan membayar administrasi / PNBP di Bank BRI ( formulir di isi sesuai biodata )
6. Pencetakan SIM Asli

Mekanisme Penerbitan SIM Perpanjangan
Persyaratan
  • 1. Melampirkan E-KTP dan fotocopy nya
  • 2. Melampirkan Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari Dokter
  • 3. Membawa SIM asli yang masih berlaku
Tata Cara
  • 1. Mengajukan permohonan tertulis ( pendaftaran )
  • 2. Registrasi ( entri data )
  • 3. Verifikasi ( Pengambilan foto, sidik jari dan tanda tangan digital )
  • 4. Membayar biaya administrasi / PNBP ke Bank BRI
  • 5. Pencetakan SIM Asli
Catatan : SIM yang masa berlakunya habis ( lewat 1 hari ) tdk bisa melakukan perpanjangan, harus melakukan pengajuan penerbitan SIM baru.

SIM Yang Dinyatakan Sudah Tidak Berlaku
  • 1. Habis masa berlakunya 5 tahun
  • 2. SIM rusak
  • 3. Digunakan orang lain
  • 4. Diperoleh dengan cara tidak sah
  • 5. Data yang ada pada SIM dirubah
Administrasi SIM

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (Pp) No. 50 Tahun 2010 Tentang Jenis Dan Tarif Atas Jenis Pnbp :

1. Biaya Pembuatan SIM Baru :
  • SIM C : Rp.100.000,-
  • SIM A : Rp.120.000,-
  • SIM A Umum, B1, B1 Umum, B2, B2 Umum : Rp.120.000,-
2. Biaya pembuatan SIM perpanjangan :
  • SIM C : Rp.75.000,-
  • SIM A : Rp.80.000,-
  • SIM A Umum, B1, B1 Umum, B2, B2 Umum : Rp.80.000,-
Persyaratan Untuk SIM Umum

1. Memiliki SIM
  • Golongan A untuk A Umum
  • Golongan A Umum untuk B I dan B I Umum
  • Golongan B I Umum untuk B II Umum
2. Pengalaman mengemudi minimal 12 bulan pada golongan SIM yang dimiliki 
3. Memiliki E-KTP 
4. Lulus ujian teori dan Praktek I dan Praktek II
5. Diwajibkan mengikuti klinik mengemudi

Sebelum pelaksanaan ujian praktek, para pemohon ini diajarkan cara yang benar untuk melakukan persiapan sebelum berkendara. Mulai dari mengecek kesiapan sepeda motor, pemakaian helm standar, tata cara pengereman dan lain-lain. Setelah itu, para peserta ujian praktek langsung mencoba satu-persatu sebelum melaksanakan ujian. Langkah ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para pemohon SIM agar tetap mengutamakan keselamatan dalam berlalulintas, “Yang pada akhirnya kami harap bisa menurunkan angka kecelakaan lalulintas utamanya yang melibatkan pengendara sepeda motor,” jelas Susanti. (tn)

Posting Komentar

0 Komentar