PT Pindad Bantu Pemkot Bandung Mesin Pencacah Plastik

TIPIKORNEWS.COM - Dukungan untuk Kang Pisman terus mengalir. Pagi tadi, dukungan itu datang dari PT Pindad yang memberi mesin pencacah plastik dan tempat sampah.

Program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan sampah) merupakan program dalam pengelolaan sampah di Kota Bandung. Sebagai salah satu bentuk dukungan, PT Pindad memberikan dua unit mesin pencacah plastik dan 100 tempat sampah kepada Pemkot Bandung. Bantuan tersebut diberikan Direktur Keuangan dan Administrasi PT Pindad, Wildan Arief kepada Wali Kota Bandung, Oded M. Danial pada acara Sosialisasi Pemilahan Sampah “Pindad Dukung Program Kangpisman” di Kantor PT Pindad, Jalan Gatot Subroto, Rabu (12/12/2018).

“Mesin Pencacah ini memiliki manfaat cukup baik. Jika plastik dicacah harganya jauh lebih tinggi. Sehingga lebih memotivasi masyarakat dan mendapatkan nilai ekonomi bahkan mental masyarakat lebih baik,” kata Wildan Arief.

Hasil cacahan plastik yang umumnya berdimensi sekitar 0,5 cm, dapat digunakan para pengusaha sebagai bahan daur ulang. Pabrik daur ulang plastik sangat membutuhkannya.

“Kita mendukung Kang Pisman karena merupakan gerakan untuk memberikan kesadaran setiap masyarakat mampu mengelola sampah mulai dari sumbernya,” tutur Wildan.

Atas dukungan tersebut, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengucapkan terima kasih kepada PT Pindad.

“Terima kasih kepada PT Pindad. Ini bukti Pindad menyelenggarakan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL). Sebagai perusahaan BUMN sangat konsen membangun lingkungan,” ujar Mang Oded.

Mang Oded pun mengapresiasi atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, selain mendukung program kebersihan, PT Pindad pun konsen terhadap pengelolaan Bank Sampah.

“Memberikan penyuluhan lingkungan dan juga bank sampah, ini luar biasa. Mudah-mudahan perusahaan lain bisa meniru PT PIndad,” katanya.

Mengenai mesin pencacah plastik, Mang Oded mengaku senang mendapat bantuan tersebut karena memiliki manfaat yang luar biasa. Ia berharap mesin tersebut bisa digunakan sebaik mungkin dan menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Kota Bandung ada 151 kelurahan. Ke depannya, minimal satu kelurahan satu mesin. Dengan teknologi tepat guna ini betul -betul mampu mewujudkan kemandirian warga. Karena sampahnya dikumpulkan, kemudian menghasilkan nilai ekonomi. Intinya mampu mendorong warga Bandung semakin mandiri,” kata Mang Oded. (tn/h.bdg)

Posting Komentar

0 Komentar