Dialog Publik, "Penanganan Anak Jalanan Kota Bandung" Hegun: Peran Pemuda Sangat Penting Dalam Mengatasi Masalah Sosial

TIPIKORNEWS.COM - Kota Bandung merupakan salah satu kota, yang mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak. Walau demikian, keberadaan anak jalanan kembali banyak muncul di sejumlah kawasan dan persimpangan lampu merah.
 
Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung, Ahmad Nugraha menilai dalam menyelesaikan persoalan tersebut membutuhkan peran semua pihak, termasuk generasi muda. Mengingat pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, tapi juga penting kesadaran dari masyarakat
 
"Pemerintah perlu kerjasama dengan semua elemen dalam penanganan anak jalanan. Disinilah peran pemuda sebagai generasi penerus untuk menawarkan solusi dalam persoalan ini," ungkapnya pada Forum Group Discussion (FGD) 'Penanganan Anak Jalanan Kota Bandung' di Kawasan Otista, Kota Bandung, Senin (29/10) malam.
 
Menurutnya dalam penanganan anak jalanan yang terpenting ada edukasi dan kolaborasi. Sehingga semua pihak terkait dapat saling bersinergi, sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri.
 
"Tidak kalah penting adalah sinergi dari semua pihak, baik dinas, komunitas, aktifis, pemuda dan lain sebagainya. Terlebih dalam pembinaan anak jalanan, Kota Bandung memiliki Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos)," tuturnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bandung, Nenden Mulyani mengatakan bahwa pihaknya bersama Pemkot Bandung, berupaya mencari solusi bagi anak jalanan. Karena kondisi yang mengkhawatirkan dengan menjamurnya anak jalanan di Kota Bandung.
 
Berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, anak jalanan memiliki semacam koordinator yang menggiring untuk turun ke jalan. Tujuannya secara umum yakni karena kebutuhan ekonomi.
 
"Kebanyakan berasal dari luar Kota Bandung yang dikoordinir. Maka meminimalisirnya dengan mengajak berbagai kegiatan positif," katanya.
 
Diakuinya meski turun ke lapangan, pihaknya tidak memiliki angka pasti berapa jumlah anak jalanan di Kota Bandung, karena angkanya yang berubah-ubah setiap harinya. Namun yang terpenting adalah bagaimana solusi dalam mengurai pola kehidupan anak jalanan tersebut.
 
"Mayoritas mereka turun ke jalan karena faktor ekonomi. Maka kita berupaya mengajak kepada kegiatan lain, yang juga berdampak ekonomi tapi tidak menjadi anak jalanan," ujarnya.
 
Ketua KNPI Kota Bandung, Hendra Guntara berharap setiap organisasi kepemudaan di Kota Bandung, memiliki kesadaran akan persoalan anak jalanan. Walaupun diakuinya bahwa program yang dilakukan pemerintah sudah mulai efektif, namun tetap sebagai pemuda penting memiliki jiwa kritis terhadap persoalan di sekitar.
 
"Dengan dinobatkannya Kota Bandung sebagai kota layak anak, maka harus ada tindakan konkrit untuk mendukungnya. Sehingga pemuda juga harus menjadi bagian dari pemecahan persoalan ini," tambahnya. (tn/gmnews.com)
 

Posting Komentar

0 Komentar