Momentum Semangat Sumpah Pemuda Bagi Generasi Melenial Menuju Indonesia 2045

TIPIKORNEWS.COM - 28 Oktober 1928, sejarah telah mencatat tercetuskannya sumpah yang diucapkan oleh para pemuda Indonesia, yaitu SUMPAH PEMUDA. Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia, karena peran dan fungsi para generasi muda begitu besar. Terbukti dengan setiap perubahan yang terjadi pada negara kita, tidak pernah lepas dari peranan dan kontribusi para pemuda sebagai motor penggerak perubahan. Ikrar yang tercantum dalam naskah Sumpah Pemuda dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Di dalamnya berisikan tentang janji para pemuda Indonesia untuk mencintai tanah airnya, bangsanya, dan bahasanya yakni Indonesia. Pada tanggal itu setiap tahunnya diperingati oleh seluruh penjuru nusantara sebagai hari Sumpah Pemuda dan juga memperingati jasa para pemuda Indonesia yang telah berjuang bagi kemerdekaan Indonesia. 

Perkembangan era milenium 21 atau yang lebih dikenal dengan generasi milenial membawa babak baru perkembangan cara pandang dan gaya hidup. Perkembangan generasi milenial yang yang dilahirkan era 1980-2000 lekat dengan informasi yang cepat dan teknologi canggih sehingga menjadikan teknologi sebagai gaya hidup. Sebagai bagian dari perkembangan millenium 21, ciri khas generasi millenial adalah cepat menerima dan mengadopsi informasi yang lebih cepat dan akan mencapai kebosanan apabila menjalani metode tradisional. Perkembangan teknologi yang serba cepat itu pun mendorong tumbuhnya budaya narsis, suka berbau materialistik, juga ketagihan perkembangan teknologi kekinian yang cepat. Akan tetapi, proses kemajuan teknologi yang cepat ini juga menciptakan karakter generasi milenial yang cepat tanggap terhadap perubahan zaman, bahkan berpotensi besar menjadi pemimpin baru dalam banyak sektor strategis. 

Dari fenomena ini, pernyataan Chanakya (371-283 SM) mengenai kekuatan terbesar yang dimiliki dunia adalah generasi muda dan kekuatan perempuan masih sangat relevan untuk menggambarkan konteks perkembangan yang berasal dari generasi milenial. Terkait dengan besarnya pengaruh generasi milenial, budaya hidup dan pergeseran cara hidup millinial yang marak akhir-akhir ini menjadi issue yang penting untuk disikapi, termasuk juga pemuda di kota Bandung.

Secara nasional, sekitar 41% penduduk Indonesia terdiri dari generasi millenial yang menganggap media sosial sebagai informasi yang dapat dipercaya. Kebanyakan generasi millenial di Indonesia adalah penghuni media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, Snapchat, YouTube dan lain lain. Dari populasi ini, keberadaan generasi millenial di Indonesia tidak bisa diremehkan. Mereka yang pegang kendali dinamika sosial saat ini dan di masa datang. Meskipun generasi millenial ini memiliki budaya serba instan, namun generasi ini perlu dilihat secara lingkup luas dalam bingkai pandangan yang positif. Mereka mampu mengubah dasar masyarakat Indonesia dari arus mainstream menjadi lebih egaliter dengan banyaknya saluran alternatif dalam memutuskan pilihan.

Dalam bidang media, jika arus mainstream menyuguhkan informasi melalui beberapa media konvensional, generasi milenial membuat arus baru melalui blog, vlog, dan media alternatif. Tentu saja, persaingan antar generasi milenial ini masih didominasi oleh kalangan yang memiliki akses modal, kekuasaan, dan informasi lebih besar, namun secara umum mereka lebih progressif, responsif, dan egaliter. 

Dengan dinamika tersebut, DPD KNPI Kota Bandung sebagai wadah kreativitas pemuda Kota Bandung, turut terpanggil untuk memberikan akses informasi dan jejaring yang luas bagi para generasi muda, agar munculnya ide-ide kreatif, dan melibatkan para generasi muda dalam segala aspek guna percepatan pembangunan Kota Bandung, serta mengajak para generasi muda untuk segera menyiapkan diri menjadi generasi emas. Karena menurut catatan kami, setidaknya ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang pemuda. Pertama, seorang pemuda harus punya keahlian di satu bidang tertentu (expertise). Kedua, harus make things happen. Ketiga, harus mau atau bisa membuat keputusan. Dan keempat, harus mempunyai jiwa kepemimpinan dan juga hubungan antarmanusia.

Untuk menjadi seorang pemimpin, pemuda harus mempunyai kemampuan mengelola dan memengaruhi orang lain, guna mengimplementasikan dan mengaktualisasikan ide-idenya. Selain itu, seorang pemuda juga harus meningkatkan kreativitas, mewaspadai penyalahgunaan narkoba, mewaspadai kabar hoax (bohong), bersatu jalin persaudaraan, dan jangan cepat berpuas diri dengan apa yang telah dicapai.

Itu semua wajib dimiliki oleh seorang pemuda guna menghadapi persaingan global ke depan, karena bukan Cuma barang yang akan masuk ke Indonesia namun juga bakat sumber daya manusia dari luar negeri.

Oleh karenanya, selama 1 tahun ke depan DPD KNPI Kota Bandung akan terus mendorong para generasi muda untuk menjadi aktor-aktor baru dalam panggung perubahan. Sebab, perubahan akan selalu datang dengan cepat dan tak terduga, serta mendorong para generasi muda untuk tidak kenal lelah dalam menemukan, mempelajari dan mengaktualisasikan hal-hal baru yang dapat membawa kemajuan untuk diri kita, masyarakat, dan bangsa.
"Selamat Hari Sumpah Pemuda"

Sumber:
Ketua DPD KNPI Kota Bandung
Hendra Guntara

Posting Komentar

0 Komentar