Program Citarum Harum, Sektor 10 Ciptakan Peningkatan Perekonomian Rakyat

TIPIKORNEWS.COM - Sektor 10 Citarum Harum kini terus berupaya untuk menciptakan lahan yang subur sebagai rangkaian Revitalisasi Sungai Citarum yang kini tampak kotor dan banyak dicemari oleh limbah kimia B3 dari hasil produksi pabrik industri.

Dampak dari itu semua wilayah sungai citarum menjadi rusak hingga bantarannya pun tercemari racun kimia.

Rajamandala Kulon selain bantaran yang gersang juga tercampur kapur dan bebatuan yang besar hingga susah digali guna untuk penghijauan lahan lingkungan yang ada supaya subur dan bisa meningkatkan produktivitas perekonomian masyarakat juga menghindari bahaya banjir jika turun hujan.

Dansektor 10 Kol. Inf. Sulistiono menyampaikan pada wartawan ketika ditanya fasilitas peralatan yang memadai untuk pengolahan tanah, bahwa "Yahhh satu orgpun dari pemangku kepentingan tdk ada yg nengok. Takut kali dimintain dukungan apalagi ajukan alat. Kemaren aja kita ajukan permohonan dukungan untuk turnamen sepak bola 17 an ke Pemda KBB dan KONI KBB malah suruh ke PSSI. Jadi ya kasihan mengap2 turnamen" Tegasnya.

Lanjut Kol. Inf. Sulistiono"Justeru saya diminta sampaikan materi Sosialisasi Kebijakan tentang Lingkungan Hidup oleh DLH KBB pada forum Yayasan Adi...apa itu... lalu saya ga bisa penuhi itu krn bukan porsi saya. Itu porsinya DLH KBB. Sementara mrk tdk pernah nengok sekalipun. Ini aneh sekali. Lalu program mrk itu bgmn ya..? Seperti rahasia sekali. Serba tertutup" Jelasnya.

"Termasuk desa dan kecamatan sangat tertutup. Juga sama sekali tidak ada yg datang. Apa ini ada hubungan dengan demo yg lalu terjadi di KPK Jakarta ttg korup di Lingkungan KBB ?" Lanjut Sulis.

Kini Penghijauan sudah dimulai dengan adanya penanam pohon dan masih ada bibit tanaman yang dikarantina, walaupun lahan yang berbatu keras dan berkapur tapi dengan semangat Revitalisasi Sungai Citarum Sektor terus berjuang, dan kini sudah terlihat tanaman yang ditanam tumbuh hijau subur.

Tentang ketidak pedulian Pemerintah Sulis mengomentari bahwa "Untuk giat selalu saya tembuskan ke Unsur DLH KBB, juga ke Desa2 sektor saya, juga ke beberapa pejabat PUPR, BBWS, ke staf Kemenko Maritim dan yang lainnya. Tapi tdk ada yg tanggapi. Biarlah kita kerja ibadah saja. Bantu rakyat sekitar yg sangat prihatin dengan perbaikan fasilitas umum masjid dan ekonomi mereka. Kita masih bisa. Bukankah ladang ibadah sangat luas! Mari kita bercocok tanam" Pungkas Sang Kolonel. (tn/warman ule).

Posting Komentar

0 Komentar