Festival Seni Rupa Gang Mengasah Kreativitas di Dago Pojok

TIPIKORNEWS.COM - Kampung Wisata Kreatif Dago Pojok diharapkan menjadi kampung percontohan bagi kampung lain di Kota Bandung. Kampung ini berhasil memberdayakan potensi warganya hingga menjadi daya tarik wisatawan yang bisa mengangkat perekonomian.

Harapan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial pada Festival Seni Rupa Gang di Kampung Wisata Kreatif Dago Pojok, Kota Bandung, Sabtu (4/8/2018). Festival berlangsung selama satu bulan, 4 Agustus hingga 4 September.

Oded mengapresiasi usaha warga Dago Pojok dalam menyalurkan bakat seninya dengan mempercantik lingkungannya lewat kreasi seni. "Kesenian dan budaya harus terus dilestarikan, karena dapat menjadi daya taris wisatawan untuk datang ke Kota Bandung, seperti di Kampung Wisata Kreatif Dago Pojok ini," katanya.

Kota Bandung, lanjutnya, harus terus maju, termasuk dalam seni. "Harus terus dikembangkan, lukisannya termasuk juga budaya dan permainan anak-anak," ujarnya.

Oded berpesan, ada tiga hal yang harus dilakukan jika menginginkan Kampung Wisata Kreatif Dago Pojok berkembang. Pertama, melakukan pengelolaan dengan baik. "Hadirnya lokasi ini sebagai salah satu eksistensi dan juga sebagai metamorfosis menjadi kampung yang maju. Karenanya promosinya harus gencar," katanya.

Kedua, Kampung Wisata Kreatif Dago Pojok harus bisa memunculkan bibit unggul seni rupa Sunda. Hal ini untuk melanggengkan seni dan budaya Sunda yang menjadi daya tarik wisatawan.

Ketiga, perekonomian warga sekitar harus berkembang karena lingkungan bisa berkembang jika perekonomiannya juga berkembang. "Insya Allah jika diterapkan semuanya akan menjadi kampung yang maju dan berhasil," ujarnya.

Sementara itu, penggagas sekaligus seniman Kampung Wisata Kreatif Dago Pojok, Rahmat Jabaril menyampaikan, diawali dengan sadar lingkungan dan seni, warga Kampung Dago Pojok terus menggali potensinya. "Masyakarat di sini perlahan menyadari bahwa seni itu tidak akan jauh dari lingkungannya. Sehingga kita terus berkembang, mulai dari kesenian sampai pariwisata," paparnya.

Dengan memberikan ruang kreativitas, lanjutnya, maka eksplorasi masyarakat terus berkembang. Dari mulai melukis, membatik sampai memahat wayang golek menjadi keahlian dan sumber ekonomi yang cukup memadai.

“Selama sebulan ini, mulai 4 Agustus hingga 4 September, kita mengajak warga untuk menunjukkan kreativitasnya. Organisasi kampus maupun wisatawan yang berkunjung bisa ikut melukis, membatik, dan kegiatan seni lainnya yang dilakukan warga setempat," kata Rahmat.

Ia berharap, kampung kreatif bisa mengangkat Kota Bandung ke tingkat internasional, khususnya dari segi kesenian dan tempat wisata. "Kampung ini menjadi salah satu pilot projects kreativitas. Dengan mandiri dan mengembangkan keahliannya, warga mampu memajukan lingkungan," ujarnya. (tn/h.bdg)


Posting Komentar

0 Komentar