Dansatgas Sektor 21 Citarum Harum Sidak ke Beberapa Pabrik

TIPIKORNEWS.COM - Senin (13/08/18) Komandan Satgas Citarum Harum Sektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat, hari ini bersama anggotanya adakan sidak di beberapa Pabrik yang berada diwilyahnya, Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB. Selain Satgas, kegiatan juga di ikuti oleh LSM PMPR Indonesia dan para Relawan Bela Alam serta beberapa wartawan dari media cetak dan online

Dalam kesempatan ini, dari 5 perusahaan yang rencananya akan disidak 4 diantaranya telah dikunjungi. Dan rencananya semua pabrik yang berada diwilayah sektor 21 akan dicek IPAL-nya serta dilakukan tindakan berupa teguran, dan pemberian batas waktu pembenahan, sampai dilakukanya penutupan saluran pembuangan limbah industri perusahaan tersebut dengan cara di-Cor, hal ini dilakukan apabila sampai batas waktu yang telah disepakati, pabrik belum dapat mengolah limbah industrinya dengan baik dan aman.

Adapun ke-4 perusahaan yang hari ini sudah dikunjungi adalah, PT. Nisshinbo Indonesia, Jalan Nanjung, No. 66. Cimahi Jawa Barat, PT. Trisula Textile, Jalan Mahar Martanegara No. 170. Cigugur Tengah Kota Cimahi, PT. Jerdytex, Jalan Kampung Mencut No. 28, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung dan PT. Sinar Continental, Jalan Industri ll No. 20. RT.02/RW.14, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.
Dari ke-4 perusahaan tersebut 2 diantaranya PT. Nisshinbo dan PT. Trisula Textile diberikan waktu 1 minggu untuk menyempurnakan air limbah industri dari perusahaannya labih baik lagi. Sementara PT. Jerdytek dibuka Cor-an saluran pembuangan limbahnya karena sudah baik, sedangkan PT. Sinar Continental dinyatakan bening

Diharapakan ke-4 perusahaan tersebut baik yang dinyatakan sudah bagus dan yang masih diberikan kesempatan sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan, dapat menepati janjinya sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat bersama-sama.

Dalam kesempatan ini Dansektor 21 Kolonel Yusep Sudrajat mengatakan," kagiatan hari ini cukup melelahkan namun kita semua tahu. Kalau hal ini tidak dilakukan maka Percepatan Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan DAS Citarum, sesuai dengan Perpres No.15 Tahun 2018 akan berjalan lama, terutama masalah pencemaran. Dikarenakan masih banyaknya perusahaan yang masih kucing-kucingan untuk membuang limbah kotornya", ucapnya

Dansektor menambahkan", kami berikan waktu untuk pabrik, agar mengolah IPAL dengan baik. Dan bukan hanya bening, namun juga aman sehingga dapat dibuang ke aliran sungai",jelas Dansektor

Masih menurut Dansektor," pada dasarnya ke-4 pemilik pabrik tersebut bersikap sama. Yaitu, mau mentaati peraturan yang telah ditentukan saat ini mengenai IPAL. Serta bersedia menerima sanksi, apabila melanggar janji yang telah disetujui dan ditandatangai bersama-sama di atas materai. Diharapkan dengan makin banyaknya perusahaan-perusahaan yang sadar, peduli dan sudah mengolah limbah dengan baik, dapat menjadi contoh bagi perusahaan lainya, sehingga sungai Citarum dapat kembali menjadi sumber kehidupan bagi orang banyak", pungkasnya. (tn/warman.ule)

Posting Komentar

0 Komentar