BIGRS, "Bandung Berkomitmen Meningkatkan Kesadaran Keselamatan Berkendara"


TIPIKORNEWS.COM - Kota Bandung dipilih Bloomberg Philanthropies Initiative for Global Road Safety (BIGRS) untuk bersama-sama mengampanyekan #StopNgebut. Selain Kota Bandung, kampanye yang merupakan program keselamatan lalu lintas ini, telah diluncurkan di sepuluh kota di dunia.

Demikian disampaikan Vital Strategies Communication Officer BIGRS, Rachfiansyah pada acara Bandung Menjawab yang dilaksanakan Bagian Humas Setda Kota Bandung, Kamis (16/8/2018), di Taman Sejarah Wiranatakusumah, Jln. Aceh.

Kota-kota tersebut adalah, Accra (Ghana), Addis Ababa (Ethiopia), Bandung (Indonesia), Bangkok (Thailand), Bogota (Kolombia), Fortaleza (Brasil), Ho Chi Minh City (Vietnam), Mumbai (India), Sao Paulo (Brasil), dan Shanghai (Cina).

“Kami memilih Bandung karena kota ini begitu berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara. Kami sangat berharap kampanye #StopNgebut ini bisa menghadirkan perubahan perilaku masyarakat dalam berkendara,” tuturnya.

Tujuan kampanye #StopNgebut adalah, untuk mengurangi tingkat kematian dan cedera lalu lintas akibat mengebut atau speeding. Mengebut merupakan salah satu faktor risiko yang menyebabkan lebih dari 1,25 juta kematian di dunia, dengan mayoritas korban berusia antara 15 sampai 29 tahun. Di dunia setiap tahunnya terjadi 50 juta kasus cedera lalu lintas setiap tahunnya.

Mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), Rachfiansyah mengatakan, peningkatan kecepatan kendaraan per 1 km/jam akan meningkatkan resiko tabrakan yang mengakibatkan cedera sebesar 3% dan risiko tabrakan fatal sebesar 4-5%. Contohnya adalah, risiko fatal pejalan kaki usia dewasa 20% lebih ringan saat tertabrak kendaraan dengan kecepatan 50 km/jam dan meningkat hingga 60% jika ditabrak kendaraan yang melaju pada 80 km/jam.

Rachfiansyah mengungkapkan, kampenye #StopNgebut merupakan kampanye media ketiga yang dilakukan Pemkot Bandung dan BIGRS. Kampanye ini terkait isu keselamatan jalan yang secara luas menyoroti kurangnya pemahaman masyarakat terkait pentingnya berkendara sesuai dengan batas kecepatan yang dianjurkan. Data Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung dan Jasa Raharja, selama tahun 2017 terjadi 505 kasus laka lantas di Kota Bandung.

Kampanye pertama dan kedua bertajuk "Klik Biar Selamat" yang diluncurkan pada tahun 2016 dan 2017. Kampanye pertama dan kedua yang menyoroti masalah pemakaian helm dan sabuk keselamatan secara benar tersebut, berhasil menjangkau lebih dari 3 juta orang. (tn/h.bdg)

Posting Komentar

0 Komentar