Bandung Optimis Raih APKB 2018 Prov. Jabar

TIPIKORNEWS.COM - Anugrah Pajak Kendaraan Bermotor (APKB) 2018 Provinsi Jawa Barat, sudah memasuki tahap penilaian 10 besar atau penilaian tahap penentuan. Hari ini, Rabu (1/8/2018), bertempat di Trans Luxury Hotel, Jln. Gatot Subroto, Kota Bandung, Tim Penilai melakukan penilaian terhadap kandidat kategori Kader Penggerak Taat Pajak, kategori Pusat Pengeloaan Pendapatan Daerah (P3D), kategori Kecamatan dan pemerintah Kabupaten/Kota.

Kota Bandung merupakan kandidat untuk semua kategori. Saat penilaian, Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil menyampaikan ekspos inovasi yang telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam meningkatkan raihan pajak kendaraan bermotor.

"Kita yakin dengan kinerja yang terus meningkat, maka pemungutan pajak kendaraan bermotor di Kota Bandung terus bertambah," katanya.

Pria yang akrab disapa Emil ini mengungkapkan, Kota Bandung saat ini berpenduduk sekiat 2,4 juta jiwa. Sedangkan jumlah kendaraan bermotor yang tercatat, ada sekitar 1,7 juta.

"Berarti setiap kepala keluarga minimal memiliki dua kendaraan bermotor. Dengan jumlah kendaraan mencapai 1,7 juta unit, maka potensi pajak kendaraan bermotor di Kota Bandung mencapai sekitar Rp800-900 miliar," katanya.

Untuk mengoptimalkan potensi pajak kendaraan bermotor, lanjutnya, Pemkot Bandung menjalankan sejumlah strategi. Di antaranya berupa pendataan berbasis kewilayahan, sosialisasi kepada masyarakat dan organisasi, serta menyebarkan surat edaran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) supaya wajib pajak.

“Bagi ASN, wajib hukumnya melakukan pendaftaran bagi kendaraannya. Ini dilakukan agar ASN semakin tertib membayar pajak kendaraan," tegasnya.

Untuk level kewilayahan, Pemkot Bandung menghadirkan Kios Samsat yang diperuntukan bagi wajib pajak yang sibuk. "Ini bukti bahwa dengan desentralisasi, manajemen publik berjalan dengan baik," katanya.

Emil menambahkan, Pemkot Bandung juga melakukan jemput bola dengan mendatangi para wajib pajak untuk menyosialisasikan kewajiban membayar pajak. "Dengan kebijakan jemput bola ini, petugas tidak menunggu masyarakat datang untuk membayar pajak. Tetapi petugas datangi wajib pajak supaya patuh dan tepat waktu. Dalam pelayanan publik, prinsipnya negara mendatangi warga," ujarnya.

Untuk meningkatkan raihan potensi pajak, Pemkot Bandung pun tidak segan-segan mengeluarkan anggaran sekitar Rp2,1 miliar untuk sosialisasi pajak daerah. Jumlah tersebut termasuk untuk sosialisasi pajak kendaraan bermotor.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat, Dadang Suharto menyampaikan, Anugrah Pajak Kendaraan Bermotor (APKB) 2018 Provinsi Jawa Barat merupakan cara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memberikan motivasi dan apresiasi terhadap peran serta para wajib pajak, Kader Penggerak Taat Pajak, serta Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

Selain itu, Pemprov Jabar juga memberikan penghargaan kepada kecamatan, serta Kantor Cabang Pelayanan Pendapatan Daerah guna menyukseskan intensifikasi pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor.

Beberapa kabupaten/kota pun masuk dalam nominasi, diantaranya Cianjur, Karawang, Kuningan, Tasikmalaya, dan Kota Bandung. Beberapa kecamatan di Kota Bandung juga dimonimasikan untuk meraih penghargaan, yaitu Kecamatan Lengkong, Sukajadi, Cibeunying Kidul, dan Kecamatan Buahbatu.

Untuk para pemenang disediakan hadiah berupa 55 sepeda motor Yamaha Soul GT untuk pemenang disiplin membayar pajak kendaraan bermotor serta 6 unit Yamaha N - Max untuk 6 kader terbaik. Sedangkan tingkat kecamatan diberikan hadiah berupa mobil Honda HRV dan tingkat pemerintah kabupaten/Kota diberikan 3 unit mobil double cabin. Rencananya, acara pemberian penghargaan digelar pada 19 Agustus 2018 mendatang (tn/h.bdg)

Posting Komentar

0 Komentar