Aksi Jalan Kaki GBLA-GBK, Bentuk Protes Buruknya Penyelesaian Kasus Atlet Paralimpik Jabar

TIPIKORNEWS.COM - Buruknya penyelesaian kasus pengembangan atlet peraih medali emas di ajang Peparnas XV 2016, enam atlet Paralimpik Jawa Barat menggelar aksi jalan kaki sebagai bentuk protes. Aksi dimulai dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung menuju Gelora Bung Karno, Jakarta. Dengan mengusung tema jalan Kaki “”Perjalanan Perjuangan Mengembalikan Medali Kami kepada Presiden”

Aksi jalan kaki ini digelar sebagai bentuk protes terkatung-katungnya penyelesaian kasus pengembangan atlet peraih medali emas karena menolak memberikan setoran kepada NPCI (National Paralimpic Committee of Indonesia) Pusat dan NPCI Jabar. “Kasus ini sudah 7 kali bersidang, NPCI tak pernah hadir. Mereka Cuma mengutus kuasa hukumnya,” ucap Farid Surdin, peraih medali emas untuk cabang tolak peluru pada Peparnas XV 2016.

Dari informasi yang diterima, keenam atlet Paralimpik yang berjalan kaki dari GBLA ke GBK itu adalah Farid Surdin, Ganjar Jatnika, Asri, Junaedi, Elda Fahmi, dan Sony Satrio. Mereka dilepas oleh Ketua Paguyuban Pasundan Didi Turmudi. Aksi para atlet difabel berjalan kaki ini, rencananya tiba di GBK, Jakarta, pada hari Selasa, 7 Agustus 2018. Dengan waktu perjalanan sekitar empat hari atau sehari menempuh jarak sejauh 50 kilometer.

Di GBK, para atlet peraih medali emas ini akan menggelar orasi protes terhadap dugaan tindak kesewenang-wenangan pengurus dan membentangkan spanduk protes terhadap kematian karier mereka sebagai atlet berprestasi. Sebab, diduga sebagai buntut dari tidak menyetorkan 25 persen dari bonus yang mereka terima saat Peparnas XV, mereka tidak diikutsertakan pada ajang Asian Games 2018 ini.

“Sebagai bentuk kekecewaan kami, kami akan kembalikan medali emas kepada Presiden. Medali emas sebagai bukti prestasi kami kaum disabilitas kalah oleh kekuasaan setoran dan penguasa yang zalim,” ucap Farid, atlet Paralimpik itu mewakili teman-temannya. (tn/sumber:mediatataruang)

Posting Komentar

0 Komentar