Gempa 6,4 Skala Richter Goyang Lombok dan Bali Tak Memicu Tsunami

TIPIKORNEWS.COM – Pasca gempa yang menggoyang Lombok, Bali, dan sekitarnya dirasakan sangat kencang. Berkuatan cukup tinggi, yakni 6,4 Skala Richter, tapi gempa ini tidak memicu tsunami. Sementara Gempa yang memicu tsunami biasanya terjadi dengan pusat di laut.

Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) M Sadly menjelaskan bahwa gempa ini terasa kencang karena pusat gempa dangkal. “Gempa ini juga tidak akan memicu tsunami karena pusat gempa ada di darat,” kata M Sadly, Minggu 29 Juli 2018.

Dia juga belum bisa memastikan jenis gempa karena masih terjadi gempa susulan. “Jika dilihat hingga jam 11, gempa susulan yang berkisar 4,5 hingga 5 SR lebih ada 7 kali,” kata dia. Gempa berkekuatan 6,4 SR mengguncang wilayah Lombok, Bali, dan Sumbawa pada Minggu (29/7) pukul 05.47 WIB. Sejauh ini 10 orang ditemukan tewas pas gempa.
Dampak gempa juga terus bertambah. Petugas BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan terus melakukan penanganan darurat. Hingga pukul 09.45 WIB tercatat dampak gempa menyebabkan 10 orang tewas, 40 orang luka dan puluhan rumah rusak. “Diperkirakan dampak gempa akan bertambah mengingat pendataan masih berlangsung dan belum semua lokasi terdata,” kata Sutopo.

Sementara Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang Zainul Majdi menetapkan masa tanggap darurat selama tiga hari untuk penanganan pascabencana gempa bumi 6,4 skala richter (SR) yang mengguncang Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok pada Minggu pagi. Sejauh ini, 10 orang dilaporkan meninggal dunia. Pemerintah daerah bersama tim SAR gabungan bergerak cepat untuk menangani bencana ini.

Gubernur NTB menyatakan masa tanggap darurat selama tiga hari ke depan. “Artinya kita kini fokus penanganan penyelamatan dahulu, polisi, badan SAR, semua aparat kita kerahkan,” kata Guru Bajang Zainul Majdi, Minggu (29/7).

Sementara itu, berdasarkan laporan sementara tiga kecamatan paling terdampak, dua kecamatan berada di Lombok Utara, yaitu Kecamatan Sembalun dan Sambelia, serta satu kecamatan di Lombok Selatan yaitu Kecamatan Bayan. “Kita akan terus pastikan penanganan gempa ini,” katanya.

Selain wilayah itu, dua kabupaten lainnya yang juga paling terdampak, yaitu Lombok Timur dan Lombok Barat. Ia juga menyampaikan belasungkawa dan turut berduka cita terhadap para korban akibat gempa tersebut. “Kita berduka cita karena ada musibah gempa yang tidak bisa kita hindarkan, musibah yang memang merupakan ketetapan Allah SWT. Pagi hari ini dan baru saja susul-menyusul,” kata Gubernur NTB. (tn/sumber:mediatataruang)

Posting Komentar

0 Komentar