PPDB Di SMPN 1 Kalianda: Sistem Online Dan Prestasi, Diduga Tidak "ADA" Permainan Terselubung

TIPIKORNEWS.COM - Kendati pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) sudah usai beberapa bulan yang lalu, namun tim tipikornews.com mencium adanya dugaan praktek curang yang dilakukan saat pelaksanaan penerimaan siswa baru disekolah tersebut.

Sekolah yang disebut - sebut sebagai sekolah paporit dilinggkungan Kalianda ini, dalam melaksanakan penerimaan siswa baru yang memakai sistem PPDB Online dan PPDB Prestasi yang sebelumnya diharapkan berlangsung secara obyektif akuntabel, transfaran, dan tanpa diskriminasi sehingga mendorong peningkatan akses layanan pendidikan,
seperti yang tercantum dalam permendikbud nomor 17 tahun 2017 tentang PPDB Bab. II Tujuan, pasal 2.

Dari hasil tim investigasi wartawan tipikornews.com selama kurang lebih tiga bulan terahir, ditemukan kejanggalan - kejanggalan yang cukup mengejutkan dan menimbulkan pertanyaan besar bahkan perlu dilakukan penyelidikan yang mendalam oleh penegak hukum terhadap pelaksanaan PPDB disekolah tersebut.

Terciumnya indikasi adanya dugaan kecurangan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018 beberapa bulan yang lalu,berawal dari adanya cemburu sosial dari beberapa dewan guru terhadap oknum panitia yang diberi kewenangan lebih oleh kepala sekolah dalam penerimaan siswa baru, dan diduga ada peraturan yang dilanggar sehingga persoalan itu bocorlah ke luar lingkungan sekolah.
Hal itu diperkuat dari hasil jawaban konfirmasi yang diajukan secara tertulis ke Sakwan, M.Pd selaku kepala sekolah SMPN 1 Kalianda Lampung Selatan, tertanggal 27/09/2017.

Biro tipikornews.com mendapatkan jawaban yang berbeda dengan fakta yang sebenarnya,salah satu contoh hasil penguman ppdb online 172 orang nyatanya ada 5 ( lima ) orang yang tidak ada namanya dalam daftar absen dikelas VII,dari hasil pengumuman yang dinyatakan lulus dari jalur prestasi terdapat 12 ( dua belas) orang yang lulus tapi namanya tidak terdapat di daftar absen, belum lagi masalah standar nilai yang dijadikan persyaratan jauh dari standar yang ditentukan,justru banyak yang ditetima sedangkan mereka nilainya jauh lebih tinggi tapi tidak diterima.

Dari sumber yang dapat dipercaya yang meminta namanya untuk dirahasiakan,ada dugaan pungli dalam ppdb tersebut,sumber kami yang lainpun mengatakan kalau pihak sekolah menyanggah,dirinya meminta pihak sekolah untuk membuka kembali pengumuman kelulusan tersebut secara terbuka ke publik,karena waktu itu pengumumannya sendiri tidak banyak publik yang mengetahuinya.

Bahkan menurut sumber kami yang lainnya, ada seorang guru yang tergabung dalam kepanitiaan ppdb menangis dalam forum rapat miminta maaf pada peserta rapat karena dirinya merasa banyak menerima titipan murid untuk dapat diterima menjadi siswa di SMPN 1 Kalianda,masih menurut sumber kami,apa mungkin berani terima titipan tidak ada sesuatu, dan sampai berani mengorbankan siswa lainnya yang nilainya lebih tinggi tidak diterima justru menerima siswa nilainya dibawah 160 ,kalau alasannya itu siswa berprestasi coba dicek apa prestasi mereka.

Dari data yang ada tipikornews.com lebih dari 50 persen siswa yang diterima di SMPN 1 Kalianda nilainya dibawah standar sebagai gambaran saja nilai yang tertinggi 285 dan yang terendah 202,5 itu ada sekitar 172 orang sisea, sisanya sekitar 180an nilainya dibawah itu, bahkan ada nilai 131 dapat keterima dan banyak nilai diatas 170 tidak diterima, ini diduga diskriminasi dan jelas melanggar permendikbud nomor 17 tahun 2017 tentang PPDB itu sendiri. (Tn/Sai )

Posting Komentar

0 Komentar