Memahami Profesi Wartawan dan UU Pokok Pers Nomor 40 tahun 1999 Dalam Keseharian

TIPIKORNEWS.COM - Assalammu'alaikum worohmatullohi wabarokatu, salam sejahtera buat kita semua Inssa Allah kita senantiasa selalu diberi kesehatan,kekuatan dan perlindungan serta rizki yang banyak dan halal oleh Allah Subhanna Wata'ala, Aamiin Yarobbal Alamiin.

Perkenankan saya untuk menyingkap pandangan negatif masyarakat terhadap profesi wartawan, serta sisi positif dan mulia yang dilakukan oleh rekan - rekan wartawan dalam menjalankan tugas untuk mencerdaskan bangsa dari segala aspek.

Masyarakat yang tadinya tidak tau menjadi mengerti tentang kejadian dibelahan dunia atau tempat lain melalui berita dan informasi yang disajikan kalangan wartawan disemua saluran media.

Mungkin anda tidak pernah membayangkan bagai mana susahnya proses untuk mendapatkan berita dan informasi dilapangan,terkadang wartawan dipandang sebelah mata, mendapat hujatan, cemo'ohan dan bahkan tindak kekerasan semua itu harus dihadapi dan dijalani demi mendapatkan sumber informasi yang akurat dan benar sehingga dapat menyajikan berita dan informasi kehadapan publik,dan itu merupakan buah dari kerja keras secara maksimal yang dihasilkan awak media (wartawan atau pers)

Anda semua pasti taulah dengan istilah atau sebutan wartawan atau pers, tapi penulis yakin anda hanya sekedar tau begitu sajakan ? tidak tau sepenuhnya, sehingga yang tergambar dalam pikiran anda wartawan atau pers itu adalah sosok seseorang atau kelompok yang suka mencari - cari kesalahan orang lain, ( artinya kalau tidak salah tidak mungkin dicari oleh wartawan dong ) dan suka minta - minta uang jalan,bensin, makan, rokok dan lain - lain,penafsiran ini tidak semua benar tapi tidak juga semuanya salah.

Pandangan negatif masyarakat tentunya timbul karena banyaknya kasus dilakukan oknum yang mengatas namakan wartawan, sehingga masyarakat timbul apriori atau enggan berhubungan dengan wartawan ,sehingga sebagian orang (TIDAK SEMUA) sering menghindar untuk bertemu dengan wartawan, khususnya bagi orang - orang atau oknum pejabat yang dalam tanda ( " kutif ") ada masalah dalam menjalankan tugas atau pekerjaan yang dilakukannya, ( tentunya kalau tidak ada masalah pada dirinya mengapa harus menghindari wartawan)

Ditengah masyarakat sering sekali kita mendapati orang yang punya atau memiliki ID Card ( Kartu Tanda Anggota ) wartawan atau pers itupun ada yang memang benar wartawan tapi tidak jarang ada juga bukan wartawan namun agak sulit untuk dibedakan karena mereka membawa identitas yang mengatas namakan sebagai wartawan juga,terlebih lagi menjelang lebaran sering kali banyak bermunculan wartawan - wartawan baru yang kebenarannya diragukan, hal seperti inilah yang sering merugikan banyak pihak,termasuk kalangan wartawan itu sendiri.

Disini penulis ingin mencoba memberikan sedikit pemahaman bagi anda ( ini khusus bagi anda yang belum paham sepenuhnya ) tentang siapa itu wartawan dan bagai mana tugasnya juga Undang Undang Pokok Pers Nomor : 40 tahun 1999 sebagai landasan para awak media dalam menjakankan tugas dan hak dan kewajiban masyarakat saat berhadapan dengan wartawan.

Apa dan siapa yang bisa disebut wartawan dan apa pula pungsi Undang Undang Pokok Pers bagi propesi wartawan .
 
Apa itu wartawan atau pers,wartawan atau pers adalah :

Seseorang yang melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi : mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengelola, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data grafik maupun dalam bentuk lain dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang ada, seperti yang terdapat dalam Undang Undang Pokok Pers Nomor : 40 tahun 1999 tentang Pers,seperti yang tercantum pada Bab I Ketentuan Umum pasal 1 ayat (1) dan ayat (4)
 
Sedangkan yang bisa disebut sebagai wartawan adalah : Orang yang secara teratur dan terus menerus melaksanakan kegiatan jurnalistik, ( artinya bila seseorang itu tidak melaksanakan ketentuan sesuai dengan isi pasal tersebut sudah pasti dia bukan wartawan atau pers) dan dalam menjalankan tugasnya sudah pasti dilengkapi juga dengan ID Card, ( Kartu Tanda Anggota ) wartawan atau Pers ,namanya tercatat dan terdaftar didalam box redaksi yang menerbitkan Kartu Tanda Anggota ( KTA) tersebut.

Wartawan atau pers mempunyai pungsi sebagai media infomasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial,hukum,dan pembangunan disegala bidang termasuk pada kebijakan pemerintah terhadap kepentingan publik.

Lalu pertanyaannya bagaimana membedakan antara wartawan asli atau palsu,sementara wartawan palsupun mempunyai ID Card ( Kartu Tanda Anggota) yang sama dengan wartawan atau pers juga, nah sebenarnya hal ini sangat mudah tinggal anda cek atau priksa saja kebenaran dari pada KTA tersebut, dari penjelasan kedua pasal diatas sudah cukup jelas yang tidak sesuai dengan pasal itu berarti bisa disebut wartawan palsu atau dengan bermacam sebutan yang beredar di tengah masyarakat seperti " WTS " Wartawan Tanpa Surat kabar atau sering disebut juga " MUNTABER " Muncul Tanpa Berita atau istilah keren tapi sama tidak benarnya Wartawan Abal - abal, atau Odong - odong, atau ada istilah yang lebih kasar lagi adalah wartawan gadungan.

Julukan itu boleh saja disampaikan pada mereka yang memang bukan wartawan, karena ini akan merusak citra dan nama baik wartawan asli yang ada selama ini.

Akan tetapi yang lebih miris lagi sering kami temui dilapangan ada diantaranya PNS, Kepala Sekolah, Kepala Desa dan bahkan ada juga Pejabat Daerah memiliki ID Card (Kartu Tanda Anggota) wartawan atau pers,lantas pantaskah mereka ini mendapat julukan seperti yang diatas tadi. itu semua silahkan anda yang menilainya)
 
"Lantas apa pentingnya Undang Undang Pokok Pers bagi wartawan,dan sejauh mana pemahamannya bagi wartawan itu sendiri serta pemahaman masyarakat umum tentang tugas wartawan dan Undang Undang Pokok Pers tersebut,"

Undang Undang Pokok Pers sangat penting untuk dipelajari dan diamalkan wartawan serta wajib juga diketahui oleh masyarakat luas supaya tidak menibulkan kesalah pahaman dan penafsiran dalam menyikapi tugas keseharian wartawan atau pers.

Jadi sudah jelas, wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi undang undang dan dibekali juga dengan norma aturan Kode Etik Jurnalistik, sedangkan dalam Undang Undang itu memuat peraturan dan tata kerja wartawan yang terdiri dari X BAB dan 20 Pasal serta terdapat pula hak dan kewajiban masyarakat didalam nya seperti yang terdapat pada pasal 17 ayat (1) Masyarakat dapat melakukan kegiatan untuk mengembangkan kemerdekaan pers dan menjamin hak untuk memperoleh informasi yang diperlukan.

Dan dalam ayat (2) Kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat berupa :
a. Memantau dan melaporkan analisis mengenai pelanggaran hukum, dan kekeliruan teknis pemberitaan yang dilakukan oleh pers.
b. Menyampaikan usulan dan saran kepada Dewan Pers dalam rangka menjaga dan meningkatkan kualitas pers nasional.

Dan dalam BAB VIII yang mengatur tentang Ketentuan Pidana pasal 18 ayat (1) yang bunyinya Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat " MENGHAMBAT atau MENGHALANGI " wartawan untuk mencari, memperoleh,menyebar luaskan gagasan dan informasi dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 ( dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,-( Lima Ratus Juta)

Artinya Undang Undang ini bukan hanya diperuntuk kan bagi kalangan wartawan saja tapi diperuntukkan juga bagi masyarakat umum atau publik, Jadi bagi masyarakat harus juga mengerti tentang undang undang tersebut biar paham dengan tugas wartawan.

Lalu apa yang akan anda lakukan bila anda didatangi oleh orang yang mengaku sebagai wartawan, ?

1.Temui mereka sebagai mana layaknya anda menerima tamu yang lain.

2.Kalau dia mengaku sebagai wartawan tanyakan identitasnya yaitu tanya Kartu Tanda Anggotanya , disitu biasanya dapat diketahui nama wartawan pemegang tersebut dari media apa dan dimana alamat Redaksinya disana menunjukkan tempat dirinya bekerja, kalau anda masih ragu,anda bisa langsung mengkonfirmasi ke Redaksinya.

3.Kalau ternyata dia bukan wartawan anda berhak menolak untuk tidak memberikan keterangan apapun padanya.

4.Anda bisa melaporkan yang bersangkutan kepada pihak berwajib kalau dia ternyata wartawan gadungan.

5.Kalau dia benar wartawan tanyakan apa keperluannya menemui anda.

6.Jawab apa yang mereka tanyakan,sesuai seperti apa yang anda lihat apa yang anda dengar dan apa yang anda ketahui seputar apa yang ditanyakan mereka, diharapkan seluruh jawaban atau keterangan yang anda sampaikan itu secara jujur dan benar sesuai dengan fakta yang ada, akan tetapi bila anda akan jawab bohong atau tidak jujurpun tidak masalah,itu hak anda akan namun harus di ingat semua yang anda sampaikan apapun itu bentuknya harus bisa anda pertanggung jawabkan,karena pada ahirnya publiklah yang akan menilai semuanya.

7.Jangan memberikan imbalan pada wartawan dalam bentuk apapun juga, cuma biasanya dilapangan terkadang para narasumber katakanlah oknum pejabat atau siapapun dia, karena dirinya merasa bersalah atau mempunyai kesalahan dalam menjalankan atau melakukan tugas pada pekerjaannya ,sehingga sering tidak lagi berani untuk menanyakan kepastian stutus tamunya yang datang itu apakah memang benar - benar wartawan atau bukan,bahkan ada diantaranya saking takut sampai tidak mau ketemu dengan wartawan.

Hal seperti inilah yang membuat masyarakat sering terjebak dengan wartawan yang tidak benar atau dengan kata lain yang bertemu mereka tersebut adalah wartawan palsu .

Sebenarnya apa yang harus ditakuti dari wartawan, mau benar atau salah hadapi saja artinya berani berbuat ya harus berani bertanggung jawab, kalau anda benar penulis yakin,mau siapapun yang datang menemui anda pasti tidak akan jadi masalah bagi anda. ...............
Bersambung ke (Bagian kedua)

Penulis : Sairudin Kepala Biro tipikornews.com Lampung Selatan

Posting Komentar

0 Komentar