KUPT Izinkan Kombet Bantuan Dioperasikan Keluar Daerah

TIPIKORNEWS.COM - Banyaknya bantuan pemerintah pusat ke daerah disektor pertanian berupa sumur bor , alkon (mesin sedot air), hand traktor (alat bajak sawah) dan kombet (mesin pemotong sekaligus perontok padi) diharapkan bisa mempercepat proses kerja para petani dengan harapan dapat menambah kemajuan disektor pertanian dan dapat meningkatkan pendapatan petani itu sendiri.

Akan tetapi terkadang bantuan yang diserahkan ke kelompok tani, tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh petani diwilayahnya.

Alasannya juga bermacam-macam, ada yang bantuannya disewakan, ada juga tidak sesuai dengan kebutuhan petani, ada juga karena memang petaninya tidak dikasih tahu oleh kelompoknya kalau mereka mendapatkan bantuan maka tidak jarang bantuan yang diterima kelompok justru dimanfaatkan oleh oknum pengurus kelompok untuk kepentingan pribadi.

Dari data yang dihimpun tipikornews.com dilapangan, banyak bantuan yang berpindah tangan, mulai dari pemakaiannya maupun kepemilikannya.

Salah satunya yang terpantau oleh wartawan kami di lapangan, bantuan kombet mesin pemotong sekaligus perontok padi untuk kelompok Tani Sidomuncul (I) Desa Tanjung Agung Kecamatan Katibung Lampung Selatan.

Kelompok tani ini diperkirakan antara bulan Juni dan Juli 2017 mendapatkan bantuan dari pemerintah 1 (satu) unit Kombet Maxxi mesin pemotong sekaligus perontok padi namun hanya dalam hitungan jam saja mesin tersebut mampir dikelompok, setelah itu dibawa oleh seseorang ke wilayah Rawa Jitu Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Disinyalir ada pula beberapa kelompok tani lainnya menerima bantuan alat pertanian yang sudah berpindah tangan ke pihak lain dengan alasan yang kurang jelas.

Ditemui disalah satu tempat minggu (20/08/2017) Suwarno sebagai Ketua Kelompok Tani Sidomuncul 1 mengakui kalau mesin kombet pemotong dan perontok padi yang mereka terima saat ini sedang dioperasionalkan ke wilayah kabupaten lain.

Hal itu diakuinya pula hanya satu malam mesin tersebut diterima lalu keesokan harinya langsung dibawa ke (Rawa Jitu-red) Sistem yang dilakukan bagi hasil dengan perhitungan (6:1) hasil dapat enam kwintal bagian yang punya mesin satu kwintal, ditanya tentang surat perjanjian bagi hasil dengan pihak ketiga, Warno menjawab tidak ada perjanjian tertulis, walaupun tidak ada perjanjian tertulis hal ini sudah sepengetahuan Kepala Unit Pelaksana Tugas (KUPT) pertanian setempat, kelompok ini beranggotakan 25 (dua puluh lima) orang luas areal pesawahan 15 hektar, 10 hektar lainya daratan atau ladang, ujar Warno.

Ditempat terpisah Mahmud saat dimintai konfirmasinya via phone cellnya pada hari minggu (20/08/201) mengatakan dirinya mengetahui dan mengizinkan mesin potong padi dikelompok Sidomuncul 1 itu dioperasionalkan kewilayah luar kabupatennya, sepanjang di kelompoknya tidak dipakai dan itu diperbolehkan oleh dinas.

Untuk meyakinkan wartawan kami Mahmud mempersilahkan untuk menghubungi Mugiyono Kabid Tanaman Pangan di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lampung Selatan namun dirinya tidak memberikan nomor contac person yang bersangkutan. (Sai)

Posting Komentar

0 Komentar