Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan: Budayawan Tisna Sanjaya, Merancang 99 Mata Air di Kendaraan Hias Presiden RI Joko Widodo

TIPIKORNEWS.COM - Tepat pukul 14.00 WIB, Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan dimulai. Presiden Jokowi Widodo membuka karnaval dengan memukul kentongan atau kohkol.

Dengan mengenakan baju adat Sunda bertema pangeran kesatria, Jokowi dengan didampingi Gubernur Jabar Ahmad Heryawan memukul kohkol sebanyak tujuh kali.

Tanpa memberikan sambutan, terlebih dahulu, karnaval itupun dimulai.

Kendaraan Garuda pertama kali maju paling depan. Tepat dipanggung kegiatan, kendaraan Garuda yang dibuat oleh sejumlah seniman Bandung itupun berhenti untuk kemudian. Presiden dan sejumlah pejabat lainnya naik.

Anak-anak sekolah dasar yang hadir dan sempat membawakan lagu Indonesia Raya pun terus besorak Sorai ketika Jokowi , Aher dan Ridwan Kamil menaiki kendaraan tersebut.

Dan pawaipun kemudian dimulai, dimana kendaraan Garuda berada paling depan, diikuti marching band, pasukan berkuda dan gerakan Pramuka. Ribuan peserta karnaval kemudian ikut berjalan menuju ke Alun alun Bandung sebagai titik akhir.

Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan serta Walikota Bandung M. Ridwan Kamil menyaksikan iring-iringan peserta Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan yang melintas di Taman Vanda tempat presiden beserta tamu undangan lain.

Presiden Joko Widodo begitu juga Ahmad Heryawan terus melambaikan tangan dan memberikan senyum kepada para peserta karnaval yang melintas di depan panggung kehormatan.

Terlihat beberapa peserta karnaval juga menyempatkan diri untuk foto bersama dan Presiden Jokowi menyempatkan turun langsung dari panggung kehormatan mendekati rombongan karnaval.

Berdasarkan pantauan tipikornews.com, ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Barat serta para wisatawan datang datang ke Bandung, memadati jalur-jalur yang di lalui oleh iring-iringan Kendaraan Kemerdekaan Pesona Parahyangan.

Dan bagi masyarakat, yang tidak bisa melihat langsung dari dekat Presiden RI serta Ibu Negara, panitia juga menyediakan televisi layar besar yang berada di samping Polrestabes Bandung.

Budayawan Tisna Sanjaya, Perancang Seeng dan 99 Mata Air di Kendaraan Hias Presiden RI Joko Widodo
Budayawan dan pengajar di Institut Teknologi Bandung Tisna Sanjaya bersama dengan budayawan lainnya, Aat Suratin, Joko Kurnain, dan beberapa budayawan lainnya mendapat tugas untuk merancang mobil yang akan menjadi tunggangan Presiden Joko Widodo pada acara karnaval, Tisna dan teman-temannya menggagas sebuah kendaraan yang menyimbolkan kerja keras pemimpin untuk membawa kesejahteraan rakyatnya.

Menurut Tisna, konsep yang diusung adalah mobil basajan, artinya sederhana, tetapi lahir dari kerja keras. Sebuah truk dihias dengan kepala burung Garuda yang tegak gagah berani. Lalu di bagian belakangnya disusun seeng (dandang), alat memasak tradisional Sunda, yang dipakai untuk membentuk tumpeng raksasa, “Ada sekitar 99 seeng buatan pengrajin Tasikmalaya yang dipakai untuk membentuk tumpeng. Di dalam seeng itu akan diisi air yang diambil dari 99 mata air di Jabar,” ujar Tisna.

Menurut Tisna, makna air dalam seeng itu adalah simbol spiritualitas yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa Barat. Sebagai sumber kehidupan, air dapat kita pakai berwudhu, bersuci, minum, dan sebagainya. Untuk menggambarkan kesejahteraan, di dalam tumpeng seeng itu dimasukkan aseupan, yakni wadah untuk mengukus nasi atau makanan lain yang berbentuk kerucut dan terbuat dari bambu yang dianyam.

Di dalam aseupan itu akan dimasukkan hasil bumi seperti dimasukan hasil bumi seperti gabah, ubi, singkong, talas, dan sebagainya. Dan, di depan kendaraan itu aka nada puisi tentang semangat dan optimisme. Adapun Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi akan ditempatkan di bagian depan dari kendaraan itu, “Jika dilihat dari depan, kendaraan itu membawa hasil bumi dan Jokowi sebagai pemimpin mengantarkannya untuk rakyatnya,” kata Tisna.

Menurut Tisna, mengacu pada tema karnaval yakni, "menyalakan api, kerja bersama”, maka mobil hias yang ditunggangi Jokowi melambangkan semangat bekerja bareng-bareng, dan memanen hasil kerja itu secara bersama-sama, “Kesuburan, kemakmuran, nilai-nilai spiritual itu terlihat melalui kendaraan yang ditumpangi Jokowi. Saya berharap karya ini menjadi instalasi yang indah dan diharapkan dibawa ke istana, lalu ‘diparkir’ di halaman istana untuk menjadi simbol helaran karnaval budaya dari kota Bandung,” ucap Tisna. (tn/prov.jbr)

Posting Komentar

0 Komentar