Harry Prihanto Dicopot dari Jabatan Sekretaris Daerah Kota Depok

TIPIKORNEWS.COM - Sekretaris Daerah Kota Depok Harry Prihanto dicopot dari jabatannya. Harry pun "diparkir" sebagai staf ahli administrasi dan pemerintah. Pencopotan ‎dilakukan dalam kegiatan pelantikan sejumlah pejabat aparatur sipil negara di Balai Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Selasa 25 Juli 2017 sore. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok Supian Suri membenarkan adanya pergantian Sekda tersebut.

"Iya dipindah jadi staf ahli administrasi dan pemerintahan," kata Supian saat dihubungi, Rabu 26 Juli 2017. Hingga sekarang, lanjutnya, jabatan Sekda Depok masih kosong. Pemerintah Kota Depok, lanjutnya, tengah mengusulkan adanya Pelaksana Tugas (Plt) Sekda kepada Gubernur Jawa Barat.

Supian menambahkan, Sekda definitif bakal ditentukan melalui proses lelang jabatan secara terbuka. Terkait alasan pencopotan, Supian enggan mengomentarinya. "Itu ranah pimpinan," ujarnya. Saat mencoba mengonfirmasi dan mengklarifikasi pencopotan Harry kepada Wal‎i Kota Depok M Idris M Shomad, yang bersangkutan tak berada di ruang kerjanya di Gedung Balai Kota, Depok, Rabu siang.

Begitu pula dengan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna. Dari informasi yang dihimpun, keduanya sedang menggelar rapat koordinasi organisasi perangkat daerah (OPD) di Bogor.

Sementara Harry juga tak terlihat di kantornya. Harry dikabarkan sedang bersiap menunaikan ibadah haji. Pencopotan pejabat Pemkot bukanlah pertama kali terjadi. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Herry Pansila juga dijadikan staf ahli oleh Wali Kota Idris pada Agustus 2016. Herry "diparkir" sebagai staf ahi bidang pembangunan saat itu.

Dia‎ dicopot ketika proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berlangsung kisruh. Akan tetapi, Idris juga mengakui pencopotan terkait persoalan tersebut. Idris meminta masyarakat berpikir positif terkait keputusannya itu. Pergantian Herry, tuturnya, dilakukan guna mengefektifkan program-program di lingkungan dinas pendidikan selepas adanya pemotongan dana bantuan oleh pemerintah. ‎Herry pun dianggap memiliki kapasitas dalam persoalan IT (teknologi informasi).

Ini Alasan Pencopotan Sekretaris Daerah Kota Depok Harry Prihanto
Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna membantah pencopotan Sekretaris Daerah Harry Prihanto terkait persoalan kinerjanya. ‎Harry diganti karena keinginannya mengikuti lelang jabatan di wilayah lain, "Beliau cukup punya kompetensi," ucap ‎Pradi dalam pesang singkatnya, Rabu 26 Juli 2017. Dia juga membantah komunikasi wali kota atau wakil wali kota dengan Harry buruk. "Sejauh ini fine, fine (baik-baik) saja," ucapnya.

Menurut Pradi, pergantian Harry terkait keinginannya mengikuti proses lelang jabatan di wilayah lain. "Intinya adalah kami tidak menahan bilamana ada yang ingin mencoba karier di tempat lain," tuturnya. Namun, Pradi tak menjelaskan Harry mengikuit lelang jabatan di wilayah mana.

Persoalan komunikasi

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Depok Yeti Wulandari menyatakan, urusan pergantian Sekda merupakan kewenangan kepala daerah. DPRD, tuturnya, tak bisa mencampuri hak preogratif kepala daerah tersebut. Namun, Yeti mengungkapkan, DPRD memiliki catatan terkait kinerja Harry terkait hubungannya dengan para wakil rakyat.

"Pada saat awal-awal beliau (Harry) menjabat seringkali ada komunikasi yang agak sulit atau saat tertentu beliau sulit bertemu atau menghadiri undangan-undangan yang berkaitan dengan DPRD," tutur Yeti. Dia menduga, Harry tengah sibuk sehingga susah memenuhi undangan itu.

Yeti menyatakan, jabatan sekda terbilang penting dalam menunjang kinerja Pemkot Depok. "‎Sekda merupakan panglima dari ASN dalam menjalankan kebijakan yang berkaitan denga roda pembanguan Kota Depok," ucapnya. Oleh karea itu, sosok sekda ke depan harus mampu berkomunikasi dengan mitra kerja Pemkot seperti DPRD.

"Kalau komunikasi terjalin dengan baik, jalan pemerintahan pasti juga semakin n‎yaman karena masing-masing (DPRD dan Pemkot) bisa mempunyai perspektif dan frekuensi yang sama," kata Yeti.

Pencopotan ‎dilakukan dalam kegiatan pelantikan sejumlah pejabat aparatur sipil negara di Balai Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Selasa 25 Juli 2017 sore. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok Supian Suri membenarkan adanya pergantian Sekda tersebut.

"Iya dipindah jadi staf ahli administrasi dan pemerintahan," kata Supian saat dihubungi, " Rabu, 26 Juli 2017. Hingga sekarang, lanjutnya, jabatan Sekda Depok masih kosong. Pemerintah Kota Depok, lanjutnya, tengah mengusulkan adanya Pelaksana Tugas (Plt) Sekda kepada Gubernur Jawa Barat.

Supian menambahkan, sekda definitif bakal ditentukan melalui proses lelang jabatan secara terbuka. (tn) (sumber: pikiran rakyat)

Posting Komentar

0 Komentar